alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Hari Ini, Jombang Karate Open 2020 Dimulai

Diikuti 500 Peserta Se-Nusantara

25 Desember 2020, 05: 35: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kwat Prayitno, ketua harian Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Jombang

Kwat Prayitno, ketua harian Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Jombang

Share this      

JOMBANG - Hari ini (25/12) Kejuaraan karate kata virtual yang memperebutkan Piala Gubernur Jatim ke XVI 2020 dimulai. Babak penyisihan akan dinilai berdasarkan video yang sudah masuk. Sedikitnya ada 15 juri yang bertugas. Mereka berasal dari berbagai provinsi yang ditentukan PB Forki.

”Juri yang bertugas penunjukan langsung dari PB Forki. Salah satunya Adhe Rengga, salah satu wasit juri nasional asal Jombang,” ungkap Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang kemarin.

Para juri akan menilai di tempat masing-masing. Ada yang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur,  Jawa Timur, Jawa Tengah. ”Juri yang ditunjuk juga dari berbagai perguruan ada inkanas, inkado, inkai dan lain sebagainya. Jadi bisa dipastikan objektif dan profesional,” tambah Kwat.

Baca juga: Mojowarno Dapat Jatah 24.695 Bibit

Juri akan menilai melalui satu server. Yaitu www.osh-event.com. Poin yang didapat nantinya dikumpulkan untuk dijumlahkan, sehingga mendapatkan nama-nama pemenang.

Meskipun digelar secara virtual, kejuaraan tetap berlangsung meriah. Karateka begitu antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti hingga batas akhir pendaftaran dan upload video jumlah . karateka yang ikut mencapai sekitar 500 karateka yang ikut dari berbagai provinsi.

Kwat menambahkan, seharusnya kegiatan berlangsung lebih meriah, sebab sesuai rencana awal kejuaraan dilaksanakan dengan system offline. ”Hanya saja, karena tidak mendapatkan izin dari berbagai pihak. Dan demi menjaga kondusifitas ditengah wabah Covid-19 panitia kemudian mengubahnya dengan menggunakan metode virtual,” bebernya.

Meski begitu, lanjut Kwat, isi dan tujuan tetap sama, yaitu mencari bibit atlet karate yang berkualitas, dan dapat berkompetisi di tingkat nasional, bahkan internasional.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu parameter keberhasilan pembinaan di masing-masing daerah. Utamanya bagi karateka kata.

”Kita patuh protokol kesehatan, semua koordinasi di rumah masing-masing, pantau di Youtube, Instagram depan laptop,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP