alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Nyai Muhassonah, Terus Riyadoh untuk Anak

20 Desember 2020, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pengasuh Asrama Nur Khodijah 3 PP Mambaul Maarif Denanyar, Nyai Muhassonah

Pengasuh Asrama Nur Khodijah 3 PP Mambaul Maarif Denanyar, Nyai Muhassonah

Share this      

JOMBANG - Dibalik orang-orang hebat, ada ibu yang hebat. Pengasuh Asrama Nur Khodijah 3 PP Mambaul Maarif Denanyar, Nyai Muhassonah, 81, termasuk ibu yang hebat. Dua anaknya menjadi menteri.

Putra keempat, Muhaimin Iskandar, menjadi Menteri Tenaga Kerja di era Presiden SBY. Putra keduanya, Abdul Halim Iskandar, hingga kini masih menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT).

Perempuan kelahiran 4 Maret 1939 ini dikarunia enam anak. Suaminya, KH Muhammad Iskandar wafat 1991. Saat itu, Halim berusia 29 dan Muhaimin 25. Bagi Nyai Muhassonah, pendidikan anak adalah nomor satu. Kelima anaknya, menempuh pendidikan  MI, MTs hingga Aliyah di Denanyar.

Hanya Muhaimin yang ketika kelas 2 Aliyah pindah ke Jogjakarta. ’’Untuk kuliah, kita serahkan sesuai keinginan masing-masing,’’ jelasnya. Sebab mereka dinilai lebih tahu masa depannya.

Dalam satu kurun waktu, dia pernah membiayai kuliah empat anak sekaligus. Putri pertama, Muniroh, di Universitas Jember. Abdul Halim di IKIP Jogjakarta. Hasbiyah di Universitas Brawijaya Malang. Serta Muhaimin di IAIN Jogjakarta yang merangkap UGM.

Begitu menerima gaji sang suami sebagai PNS, langsung dia bagi untuk dikirim ke empat anaknya. Setiap awal tahun, biasanya ada biaya tambahan kuliah. Ketika gaji suami tidak cukup, maka dia menjual perhiasan. Dia lepas perhiasannya, kemudian minta sang anak menjual untuk bekal kembali ke tempat kuliah.

Pengorbanannya sangat membekas dalam benak anak-anaknya. Tahu ibunya sampai rela menjual perhiasan demi biaya kuliah, anak-anaknya pun lebih bertanggung jawab menyelesaikan pendidikan.  ’’Tugas kita sebagai ibu, terus mendoakan anak,’’ ucapnya.

Setidaknya ada tiga amalan yang dia lakukan untuk mendoakan anak. Pertama, usai tahajud dia selalu membaca Fatihah sebanyak 41. Kedua, dia banyak menggunakan waktu untuk membaca Alquran. Sehingga bisa khatam hingga dua kali setiap sebulan. ’’Di bulan Ramadan khatam tiga kali,’’ bebernya. Setiap khatam, dia selalu membaca doa khotmil Quran. Kemudian memulai lagi dari juz pertama.

Ketiga, setiap malam dia selalu salat hajat Nabi Khidir. Rakaat pertama usai Fatihah membaca Al Ikhlas 10 kali. Rakaat kedua usai Fatihah membaca Al Ikhlas 20 kali. Setelah salam, salat lagi dua rakaat.

Pada rakaat ketiga ini, usai Fatihah membaca Al Ikhlas 30 kali. Lalu pada rakaat terakhir membaca Al Ikhlas 40 kali. Sehingga dari empat rakaat ini, total membaca Al Ikhlas seratus kali.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP