alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Kejuaraan Karate 2020 Jalan Terus

Usai Sistem Kejuaraan Diubah ke Daring

04 Desember 2020, 09: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SEMANGAT: Sejumlah karateka saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu.

SEMANGAT: Sejumlah karateka saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Persiapan jelang Kejuaraan Karate 2020 akhir Desember nanti terus dimatangkan panitia. Menyusul sistem kejuaraan berubah dari offline ke online, menjadikan jumlah peserta berkurang.

Harry Kusmadi, ketua panitia Kejuaraan Karate 2020 mengatakan, adanya perubahan sistem kejuaran otomatis berdampak pada jumlah peserta termasuk teknis.

Pasalnya, jika sebelumnya kelas kumite (tarung) juga dipertandingkan, karena ada perubahan sehingga hanya mempertandingkan  kata (seni gerak) saja.

Baca juga: Target Serapan APBD 2020 Terancam Tak Tercapai

”Ya otomatis berkurang, sebab jika sebelumnya ada kelas kumite, sekarang hanya kata saja yang dipertandingkan,” terangnya.

Dia menegaskan, kejuaraan karate 2020 secara tetap dilanjutkan, meski banyak hal yang harus dilakukan penyesuaian.

Dikatakan, sejak 23 November kuota kejuaraan karate sudah penuh. Tercatat ada 700 karateka yang akan meramaikan kejuaraan tahun ini. ”Pastinya berapa datanya saya masih belum dapat laporan,” bebernya.

Dia menyebut, dari pengalaman-pengalaman di daerah-daerah lain, jumlah karateka yang bisa bermain di kategori kata tidak sebanyak kumite.

Pendaftaran ulang karateka yang akan mengikuti kejuaraan virtual sudah dibuka sejak 1 Desember lalu. Dan akan ditutup 23 Desember mendatang.

Karena digelar secara virtual, karateka tidak perlu datang ke Jombang, cukup dengan mengirimkan video dengan durasi lima menit tanpa edit, dengan pengambilan horizontal.

”Pengambilan video bisa di mana saja, boleh pakai matras atau tidak, namun tetap dengan mendahulukan keamanan,” tambahnya.

Sosialisasi mengenai teknis pengambilan video, sudah dibagikan kepada karateka melalui grup yang sudah dibuat sebelumnya.

Sebelumnya, kejuaraan karate yang sebelumnya direncanakan digelar secara offline di GOR Merdeka Jombang batal. Hasil evaluasi panitia sepakat tetap melanjutkan kejuaraan namun dengan sistem virtual.

Keputusan itu diambil Jumat (27/11) malam. Setelah rapat antara panitia, pengurus Forki, termasuk Satgas Covid-19, Disporapar Jombang dan kepolisian.

Keputusan itu diambil Jumat (27/11) malam. Setelah rapat antara panitia, pengurus Forki, termasuk Satgas Covid-19, Disporapar Jombang dan kepolisian.

”Tidak mendapatkan izin untuk digelar langsung, jadi kejuaraan digelar secara virtual,” ungkap Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang kemarin (28/11).

Hasil keputusan rapat selanjutnya diteruskan kepada masing-masing karateka yang sebelumnya sudah mendaftar diri ikut kejuaraan. ”Kita sudah bentuk grup WhatsApp, akan kami informasikan di sana,” tambahnya.

Kwat bisa menerima hasil keputusan rapat, mengingat persebaran kasus Covid-19 di Jombang masih tinggi. Sehingga ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi di tengah pandemi. ”Semua mengerti dan memahami, karena pandemi ini juga nasional, jadi keputusan diterima semua pihak,” tambahnya.

Kondisi ini sudah diprediksi Kwat sejak lama. Pihak panitia juga sudah mengantisipasi jika kegiatan ini nantinya dilakukan secara virtual.

”Sejak lama kita memang sepakat, kalau memang tidak bisa diselenggarakan secara langsung ya kita gelar virtual,” jelasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP