alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

RSUD Warning CV Putra Indah Raya

Bisa Kita Lakukan Pemutusan Kontrak

01 Desember 2020, 17: 51: 11 WIB | editor : Rojiful Mamduh

dr Pudji Umbaran Direktur RSUD Jombang

dr Pudji Umbaran Direktur RSUD Jombang (DOKUMEN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Belum efektifnya SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) CV Putra Indah Raya ditindaklanjuti serius RSUD Jombang. Rekanan penyuplai bahan logistik mamin terancam diputus kontrak.

Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang memberikan waktu hingga akhir tahun. Jika CV Putra Indah Raya tak kunjung bisa menuntaskan terkait status SIUP, pihak RSUD akan mengambil tindakan tegas, hingga pemutusan kontrak kerja sama.

”Makanya ini kan menjelang akhir tahun, hari ini (27/11) saya sudah perintahkan PPK untuk bersurat pada pihak CV, untuk klarifikasi masalah ini,” ungkap Pudji.

Ditegaskan, Pudji, jika sampai dengan akhir tahun CV Putra Indah Raya tidak juga bisa menuntaskan terkait status SIUP yang sesuai keterangan belum efektif, maka pihaknya tak segan memutus kontrak.

”Kami pun memberikan warning, jika sampai akhir tahun, sesuai keterangan (SIUP belum efektif, ReD), meraka tidak bisa memenuhi semuanya, maka mereka bisa kita putus kontrak,” tegas Pudji.

Meski begitu, Pudji kembali menegaskan, saat melakukan penandatangan kontrak, semua dokumen yang diserahkan CV Putra Indah Raya lengkap semua. ”Sesuai dokumen yang di-print, asli oleh mereka, itu lengkap, semua ada. Dan itu jadi dasar lampiran juga dalam dokumen kontrak yang kita tandatangani,” tegasnya.

Namun demikian, dia menyebut, proses di-OSS, pihaknya tidak bisa mengecek. ”Yang pasti saat itu sudah lengkap semua, terkait dengan proses Online Single Submission (OSS) kita tidak bisa melihat itu, kita belum mengkroscek,” pungkasnya.

Terpisah, M Said Firdaus Direktur CV Putra Indah Raya mengatakan, sudah menerima surat dari RSUD Jombang terkait kontrak kerja sama suplai bahan logistik mamin.

’’Jadi sudah disurati sama RSUD resmi, kalau sampai 14 Desember nanti (SIUP CV, Red)  saya belum aktif, maka putus hubungan kerja,’’ kata Said kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Usai menerima surat itu, dia pun bergegas mengurus SIUP yang hingga kini statusnya belum aktif. ’’Makanya sekarang saya proses di perizinan (DPMPTSP, Red). Jadi ya daftar lagi lewat OSS,’’ imbuh dia.

Dikatakan, setelah menerima surat itu pihaknya langsung merespons. Yakni mengurus segara keperluan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang.

’’Jadi didaftarkan didampingi notaris saya, jadi ya tinggal masukkan di perizinan saja nanti sudah klir,’’ terang Said. Untuk saat ini lanjut dia, seluruh data sudah disiapkan. Bahkan sudah dia kirim ke notaris. ’’Datanya juga sudah dimasukkan, tinggal lihat respons dan timbal balik dari sana bagaimana. Insya Allah nanti bisa klir,’’ beber Said.

Dia kembali menegaskan, dalam proses di DPMPTSP Jombang juga menyertakan SIUP lama. Mengingat surat izin miliknya sudah habis, sehingga harus dilakukan pembaruan.

’’Sementara kemarin saya sertakan SIUP lama. Kurang tahu kalau nanti masih ada berkas yang kurang, akan saya lengkapi lagi,’’ pungkas Said. Sebelumnya, tengara ada kejanggalan dalam penunjukan CV Putra Indah Raya sebagai penyuplai bahan logistik makan dan minum (Mamin) RSUD Jombang, kalangan dewan mendorong aparat penegak hukum (APH) turun menyelidiki.

M Syarif Hidayatullah Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang menyebut sudah mendapat informasi terkait kejanggalan penunjukan CV Putra Indah Raya sebagai penyuplai logistik mamin ke RSUD.

Salah satunya terkait status SIUP CV yang beralamat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang ternyata belum berlaku efektif. ”Kalau seperti ini APH tidak harus menunggu mendapat laporan. Bisa langsung turun untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Menurutnya, jika benar SIUP yang dimiliki CV Putra Indah Raya ternyata belum efektif, maka patut diduga kontrak kerja sama RSUD Jombang dengan CV Putra Indah Raya juga bermasalah.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP