alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Giliran Pikap Tabrak Pembatas

Sebulan, 13 Kejadian di Jalan Tol Jomo

01 Desember 2020, 09: 09: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERSERAKAN: Bawang merah 2 ton ini berserakan di kilometer 693+200 A Tol Jomo.

BERSERAKAN: Bawang merah 2 ton ini berserakan di kilometer 693+200 A Tol Jomo. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Kecelakaan tunggal terjadi di jalan tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Senin pagi kemarin (30/11). Mobil pikap nopol DD 8389 RQ muatan bawang merah mengalami pecah ban di kilometer 693+200 A di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. Ini insiden ke-13 insiden dalam satu bulan terakhir.

Data yang dihimpun, sekitar pukul 08.39, mobil yang dikendarai M Hamdi warga Desa Lesongdayu, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan Madura ini membawa  bawang merah melaju dari Semarang hendak ke Surabaya. ’’Melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam di lajur satu,’’ kata Zanuar Firmanto Project Operational Manager PT AIS.

Masuk di kilometer 693+200A, tiba-tiba, kendaraan mengalami pecah ban bagian belakang sebelah kiri. Lantaran sopir tak bisa mengendalikan laju kendaraan, maka hilang kendali. ’’Kendaraan terpental ke kanan dan berhenti di atas wire rope (sling pagar pembatas, Red),’’ imbuh dia.

Kendaraan pun terhenti usai menabrak pembatas. Sebanyak dua ton bawang merah berserakan di jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa. ’’Namun kendaraan menghadap arah berlawanan, tiga penumpang dalam keadaan selamat,’’ terangnya. Dia menyebut, hingga akhir November kemarin ada 13 insiden lakalantas di jalan Tol Jomo. Masing-masing menyebar di beberapa kilometer. ’’Berdasar data kami sebulan terakhir ada 13 kejadian,’’ papar Zanuar.

Dari 13 insiden itu satu di antaranya merenggut satu korban jiwa yang berasal dari rombongan Elf berisi 18 orang di kilometer 676+400 B di Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, (23/11) lalu. Rata-rata, yang menjadi penyebab kecelakaan lantaran mengalami pecah ban. ’’Kedua karena mengantuk dan ketiga selip. Kalau memang kita prediksi faktornya human eror,’’  terang dia.

Apalagi jika melihat data lakalantas itu sebagian besar pengemudi perjalanan jauh. Tercatat hingga 80 persen. ’’Karena itu bagi pengguna jalan saat musim hujan seperti ini, kalau dirasa jarak pandang tidak memungkinkan berjalan kencang, lebih baik pasang lampu hazard. Atau kecepatan dikurangi, dan kalau lelah beristirahat,’’ pungkas Zanuar. 

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP