alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Sebulan, Covid-19 Renggut 64 Nyawa Warga

Tren Kasus Baru Terus Meningkat

01 Desember 2020, 09: 01: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ilustrasi covid - 19 di Jombang

Ilustrasi covid - 19 di Jombang (xxx)

Share this      

JOMBANG – Persebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang kian mengkhawatirkan. Dalam tiga bulan terakhir, tren penambahan kasus baru masih tinggi. Secara kumulatif per 30 November kasus Covid-19 di Jombang sudah mencapai 1.569 kasus. Bahkan sepanjang November, Covid-19 sudah merenggut 64 nyawa warga.

”Tren penularan Covid-19 masih tinggi, karena itu, penting untuk selalu kita ingatkan disiplin protokol kesehatan,” terang Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Budi Winarno, kemarin.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, sepanjang September ditemukan kasus baru Covid-19 sebanyak 217 kasus. Selanjutnya pada Oktober ditemukan kasus baru 306 kasus.

Sementara sepanjang November, bukannya turun, persebaran kasus baru Covid-19 justru kian melonjak dengan temuan sebanyak 386 kasus. Selain tren kasus baru yang terus melonjak, tren kasus meninggal juga masih tinggi.

Tercatat sepanjang September ada 29 kasus meninggal Covid-19. Selanjutnya, pada Oktober ditemukan sebanyak 21 kasus meninggal Covid-19. Dan pada November kasus meninggal Covid-19 melonjak signifikan dengan jumlah 64 kasus meninggal.

Beruntung, kasus sembuh juga tinggi. Tercatat selama September sebanyak 140 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Selanjutnya pada Oktober tercatat 297 pasien Covid-19 sembuh. Dan sepanjang November tercatat 279 pasien Covid-19 sembuh.

Budi menambahkan, dari data yang dia terima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per Minggu (30/11) kemarin ada penambahan kasus baru sebanyak 24 orang. Sehingga secara kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang sudah mencapai 1.569 kasus. Tambahan sebanyak 24 warga yang dinyatakan positif  terjangkit, tersebar di sejumlah kecamatan.

Masing-masing Kecamatan Jombang dua orang, Kecamatan Peterongan satu orang, Kecamatan Diwek dua orang, Kecamatan Mojoagung lima orang, Kecamatan Mojowarno empat orang, Kecamatan Perak lima orang, Kecamatan Gudo satu orang, Kecamatan Bandarkedungmulyo satu orang, Kecamatan Bareng dua orang dan Kecamatan Kabuh satu orang.

Selain itu, kasus meninggal Covid-19 juga bertambah. Tercatat per Minggu (30/11) kemarin, ada empat pasien meninggal Covid-19. Masing masing satu orang dari Kecamatan Mojowarno,  Perak,  Tembelang dan Bandarkedungmulyo.

”Penambahan kasus kematian masih ada, total sampai sekarang mencapai 168,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos  Radar Jombang kemarin. Data saat ini, dari 21 kecamatan, 19 kecamatan masih berstatus zona merah, sementara dua kecamatan Ngusikan dan Wonosalam sudah zona putih alias nihil kasus Covid-19.

Namun demikian, Budi menyebut, setiap harinya, angka kesembuhan juga meningkat. Kemarin tercatat ada 16 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Masing-masing dari Kecamatan Peterongan tiga orang, Kecamatan Sumobito satu orang, Kecamatan Mojoagung dua orang, Kecamatan Mojowarno satu orang, Kecamatan Kesamben satu orang, Kecamatan Perak satu orang, Kecamatan Megaluh dua orang, Kecamatan Gudo dua orang dan kecamatan Ploso, Bandarkedungmulyo, Ngusikan masing masing satu orang.

”Kalau dipersentase dari angka kumulatif 1.569 orang terpapar Covid-19, sebanyak  1.256 orang sudah dinyatakan sembuh atau sekitar 80 persen,’’ tandasn Budi.

Hingga kemarin tercatat, 145 pasien Covid-19  masih dirawat. ”30 orang menjalani isolasi mandiri,” singkat Budi. Dijelaskan, untuk mengatasi Covid-19 di Jombang pihaknya sudah melakukan koordinasi secara masif dan terstruktur mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

Tindakan 3 T (testing, tracing dan treatment) juga terus dilakukan untuk menanggulangi Covid-19. ”Dengan upaya tersebut kami berharap angka Covid-19 dapat menurun. Namun kami juga berharap upaya dari masyarakat untuk patuh menerapkan 3 M,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP