alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Meninggal saat Isolasi Mandiri

Hasil Uji Swab Baru Turun Enam Hari

30 November 2020, 17: 53: 43 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIMAKAMKAN: Warga Dusun Kopen yang meninggal positif Covid-19 dimakamkan kemarin.

DIMAKAMKAN: Warga Dusun Kopen yang meninggal positif Covid-19 dimakamkan kemarin. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Warga Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng dihebohkan dengan meninggalnya S, 75, saat melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Hasil uji swab menyatakan positif Covid-19.

Informasi yang dihimpun, S masuk RSK Mojowarno dengan keluhan sakit paru-paru pada Senin (23/11) lalu.

Saat itu, pihak rumah sakit melakukan uji swab kepada S namun hasilnya belum turun. ”Beliau sakit paru-paru dan ginjal, kemudian dilakukan swab juga,’’ ujar Sekdes Ngrimbi Sucipto kepada wartawan koran ini.

Kemudian, setelah tiga hari menjalani perawatan, akhirnya pasien pulang paksa untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. ”Pulangnya hari Kamis 26 November, kemudian isolasi mandiri di rumah,’’ tambahnya.

Hasil uji swab baru turun Sabtu (28/11) malam sekitar pukul 21.20. Satu jam kemudian, pasien dikabarkan meninggal dunia. ”Meninggal sekitar pukul 22.25 atau setelah swab-nya turun yang menyatakan beliau terkonfirmasi positif Covid-19,’’ tambahnya.

Karena meninggal positif Covid-19, pihaknya bersama tiga pilar dan bidan desa melakukan koordinasi terkait pemakaman sesuai protokol kesehatan. ”Proses pemulasaran jenazah dilakukan di rumah oleh tim dari BPBD Minggu tadi pagi, dan mereka membawa peti mati sendiri,’’ jelas dia.

Pihak keluarga sempat tak percaya jika pasien meninggal positif Covid-19, namun setelah disampaikan hasil uji swab akhirnya mereka memercayai dan setuju dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19. ”Kemudian dimakamkan sekitar pukul 08.00 secara protokoler kesehatan,’’ pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah dr Triharjo Saelan membenarkan S, warga Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng telah menjalani perawatan di RSK Mojowarno beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, alasan pihak rumah sakit memulangkan pasien tersebut lantaran permintaan keluarga. "Jadi memang benar, sesuai penjelasan dari kepala bagian perawatan / kepala ruang isolasi Covid-19, pada saat akan dilakukan uji swab dan edukasi terhadap yang bersangkutan kemudian karena  tidak ada penunggu, setelah itu keluarga memutuskan untuk pulang paksa," ujar dia singkat.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP