alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Makin Kuat Dalam Tuhan

29 November 2020, 08: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh (Istimewa)

Share this      

PENDETA GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya di dalam Tuhan sehingga kuat menghadapi apapun. ’’Mereka berjalan makin lama makin kuat,’’ tuturnya mengutip  Mazmur 84:8.

Pendeta Petrus menjelaskan, ketika dihadapkan pada masalah, setiap orang memiliki respons hati yang berbeda-beda. Ada yang merespons dengan sikap hati yang benar, ada pula yang menyikapinya dengan negatif.

Orang yang respons hatinya benar, sekalipun diterpa badai hidup sebesar apa pun, akan tetap kuat menghadapi. Sebaliknya ada orang yang menghadapi masalah kecil saja langsung lemah karena respons hatinya salah.

Semakin kuat atau semakin lemah sangat bergantung pada pondasi hidup kita masing-masing. ’’Entahlah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak."  (1 Korintus 3:12-13). 

Ada perbedaan yang menyolok antara kayu, rumput atau jerami dengan emas, perak atau batu permata. Emas, perak atau batu permata bila dibakar justru semakin murni. 

Kehidupan orang percaya haruslah tetap kuat di segala situasi. Masalah, ujian dan tantangan yang semakin berat seharusnya semakin mendorong kita untuk hidup melekat kepada Tuhan, sehingga kita mampu memandang setiap permasalahan dengan kacamata iman.

Bagaimana supaya kita tetap kuat dan mampu bertahan?  Semua bergantung pada fondasi rumah rohani kita. Fondasi itu adalah persekutuan yang karib dengan Tuhan dan tinggal di dalam firman-Nya. Seperti yang tertulis dalam Lukas 6:47-48. 

"Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya, Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah. Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun." Dengan mengandalkan kekuatan sendiri, kita takkan mampu bertahan di tengah goncangan dunia.

Salah satu jemaat menuturkan kesaksian dua minggu yang lalu. Puji Tuhan, Tuhan yesus baik, Tuhan Yesus luar biasa. Hari Minggu lalu kurang lebih sekitar jam 2 siang suamiku dapat kabar dari penjaga pabriknya bahwa terjadi hujan angin puting beliung dan atap pabrik yang depan dan yang tengah separuhnya habis tertiup angin. Atap serta kayu-kayunya habis semua. Tapi puji Tuhan terjadinya di hari Minggu, di saat libur. Bisa dibayangkan kalau kejadiannya di hari kerja, apa yang terjadi dengan suamiku.

Saya bersyukur, ini semua karena perlindungan Tuhan. Tuhan selalu melindungi anak-anak-Nya yang percaya dan selalu bersandar kepada-Nya. Puji Tuhan. Tuhan selalu ada bersama kami. Sekalipun harus menghadapi ujian, tapi kami selalu melihat pertolongan Tuhan, amin.

’’Kekuatan hidup orang percaya ada di dalam Tuhan!  Karena itu melekatlah kepada Tuhan senantiasa...Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP