alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Olivia Bakery Hadirkan Onde-onde Oven Enam Varian Rasa

Lebih Sehat, Higienis dan Tak Berminyak

29 November 2020, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Salah satu pelanggan memilih onde-onde oven di Olivia Bakery

Salah satu pelanggan memilih onde-onde oven di Olivia Bakery (Istimewa)

Share this      

Olivia Bakery memiliki produk baru onde-onde oven. Oleh-oleh khas Mojokerto ini sengaja dipilih sebagai produk baru dengan enam varian rasa. Menjadi pilihan tepat sebagai oleh-oleh karena rendah gula sehingga cocok untuk penderita diabetes.

"Di bakery lain di Mojokerto tidak ada variasi onde-onde oven. Biasanya hanya onde-onde goreng. Kalau onde-onde goreng, kita beli pagi, sore sudah keras.

Kalau oven beda, tambah lama tambah empuk, bisa tahan tiga hari dengan  banyak rasa," ungkap salah satu customer Sherly, Sabtu kemarin (28/11).

Buah tangan onde-onde oven jadi pilihan untuk keluarga dan kerabat.

Buah tangan onde-onde oven jadi pilihan untuk keluarga dan kerabat. (Istimewa)

Onde-onde oven Olivia Bakery memiliki enam varian rasa. Ia sendiri sudah mencoba onde-onde oven beberapa kali dan rasanya beda dengan di Olivia Bakery.

Ia mengaku puluhan tahun jadi customer Olivia Bakery dan produknya cocok buat oleh-oleh. "Kalau buat oleh-oleh bagus dari segi kemasan juga, dimakan sendiri juga enak. Mojokerto kan terkenal onde-onde, jadi kalau dibuat oleh-oleh cocok onde-onde oven. Harganya cukup terjangkau sesuai kualitas dan rasanya," urai dia.

Owner Olivia Bakery Ferry Gunawan, menyebut onde-onde oven di-launching Maret 2020 dengan enam varian rasa. Yakni original, banana, hazelnut, durian, cheese velvet dan choco crispy.

"Kita launching bulan Maret lalu dan ada pandemi corona," katanya. Jika onde-onde biasanya digoreng, namun Olivia Bakery menciptakan kue khas Kota Mojokerto jadi sesuatu yang baru dengan proses di-oven. Produk baru Olivia Bakery ini bebas minyak dan lebih sehat.

"Kalau onde-onde goreng kan prosesnya digoreng, kalau kita memang bebas minyak dan mengarah ke healthy produk.

Jadi kita berusaha untuk mengambil ikon Mojokerto onde-onde. Proses pembuatan onde-onde oven ini kurang lebih satu jam," jelasnya. Mulai persiapan sampai pengadukan dan proses terakhir, oven kurang lebih 20 menit. Sehingga dalam waktu satu jam, onde-onde oven siap dinikmati.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan jumlah pelanggan yang dating hingga 50 persen.

"Tapi sekarang mulai meningkat dan mulai banyak dikenal masyarakat. Semoga ini bisa diterima masyarakat. Onde-onde oven yang kita tonjolkan health," tuturnya.

Pemilihan proses oven, lanjut Fery, karena onde-onde yang dibuat di-oven. Jika pelanggan tidak ingin makan onde-onde yang berminyak, tegas Fery, pilihannya onde-onde oven Olivia Bakery.

"Kalau harganya bervariasi dari Rp 47.500  sampai Rp 50 ribu dengan varian enam rasa isi paket 10 buah,” tegasnya.

Customer bisa mencoba enam varian. Semua dibuat tanpa bahan pengawet. Jika dibawa keluar kota dengan jangkauan jarak jauh, maka disarankan bisa masuk lemari pendingin.

Jika masuk lemari pendingin maka bisa tahan enam sampai tujuh hari. Saat penyajian, onde-onde oven tinggal dikukus untuk menghasilkan tekstur yang kenyal.

"Selain tidak digoreng, onde-onde oven ini dari segi gula lebih low sehingga untuk penderita diabetes lebih aman. Tapi tidak disarankan konsumsi yang terlalu banyak. Onde-onde oven hanya ada di Olivia Bakery Mojokerto.Karena Olivia Bakery di kota lain memiliki produk khas masing-masing," pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP