alexametrics
Senin, 26 Jul 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Sebanyak 700 Karateka Sudah Mendaftar

Kejuaraan Karate 2020

23 November 2020, 18: 34: 40 WIB | editor : Rojiful Mamduh

xxx

SEMANGAT: Karateka sedang mempersiapkan diri untuk kejuaraan karate akhir Desember. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Jelang kejuaraan karate 25-27 Desember nanti, ratusan karateka sudah mendaftarkan diri. Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, panitia menyiasatinya dengan membagi lokasi di sejumlah titik.

”Ini sudah jumlah maksimal. Pendaftaran sudah kita tutup dari kemarin. Karena kita memang hanya membatasi 700 peserta,” ungkap Harry Kusmadi, ketua panitia Kejuaraan Karate 2020.

Dia menambahkan, melihat banyaknya peserta yang mendaftar, saat ini panitia terus mengodok teknis pelaksanaan kejuaraan disesuaikan protokol  kesehatan (prokes).

Baca juga: Kepala LLDIKTI Mengapresiasi Wisuda Universitas Darul Ulum Jombang

Salah satunya berkaitan dengan lokasi. ” Untuk tempat kita bagi dua lokasi. Ada yang di GOR Merdeka ada yang di Dojo Mahameru,” bebernya.

Yang masih dibagi lagi menjadi lima tatami atau arena pertandingan. Diperkirakan, jumlah dalam satu tatami hanya ada 30-40 peserta saja. ”Kita atur sedemikian rupa agar tetap bisa jaga jarak,” tambahnya.

Kejuaraan tahun ini memang tidak seperti sebelumnya. Jika sebelumnya bisa mencapai ribuan peserta, kejuaraan kali ini peserta dibatasi. ”Mengingat kejuaraan juga harus taat protokol kesehatan, sehingga tidak jangan sampai terjadi penumpukan peserta pada satu tempat,” bebernya.

Untuk kategori kumite atau pertarungan, karateka diharuskan membawa perlengkapan pengamanan sendiri. Seperti dogi atau baju karate. Juga body protector.

”Untuk itu panitia tidak menyediakan, bawa sendiri-sendiri baju dan body protector. Termasuk pelindung dada, kepala hingga muka,” jelasnya.

Ada banyak kategori usia yang akan dipertandingkan. Mulai dari usia dini,  pra pemula, pemula, kadet, junior, hingga usia di bawah 21 tahun.

Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang mengatakan, mendekati hari kejuaraan akan kembali dilakukan evaluasi untuk memastikan jika event yang akan digelar aman.

”Mungkin nanti tetap dilakukan langsung, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Kalau tidak memungkinkan nanti akan digelar virtual,” pungkasnya. (wen/naz)

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP