alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Jangan Protes Saat Proses

22 November 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh (Istimewa)

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama agar kita tidak mengeluh dalam melewati semua proses kehidupan.

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan,’’ urainya mengutip firman Allah dalam Surat Yakobus 1:2-3.

Guru yang baik akan diam saja saat ujian sedang berlangsung. Karena guru percaya muridnya mampu mengerjakan. Sebuah kalimat bijak yang sangat memotivasi saya secara pribadi.

Menjalani hidup sebagai umat yang percaya  dan taat kepada Tuhan, bukanlah berarti langkah kita menjadi mudah dan hidup tanpa masalah. Sebaliknya, kita masih menghadapi banyak ujian dan pencobaan.

Jadi, ujian dan pencobaan yang kita alami itu semuanya mendatangkan kebaikan. Kita harus memahami bahwa yang Tuhan inginkan sejauh mana kualitas iman melalui ujian yang diizinkan terjadi.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi apabila seseorang mengalami ujian dan pencobaan. Kecewa dan meninggalkan Tuhan, ataukah semakin tekun dan melekat kepada-Nya sehingga iman semakin kuat dan bertumbuh. Seperti halnya  dengan masa-masa pandemi yang sedang terjadi sekarang, ini adalah ujian bagi semua umat manusia.

Ada kalanya Tuhan memperingatkan melalui keadaan atau situasi yang kita alami supaya belajar percaya dan bergantung penuh kepada-Nya dan berdiri di atas dasar iman yang teruji. Iman yang teruji tidak terjadi dalam semalam, namun harus melewati proses tanpa protes untuk mencapainya.

Ada dua proses ujian yang harus kita alami. Pertama, kelimpahan. Selain masalah dan penderitaan, yang terkadang diizinkan untuk menguji iman kita adalah kelimpahan.

Banyak anak Tuhan yang jatuh dalam dosa justru pada waktu diberkati dan dalam kelimpahan. Ketika sedang susah atau dalam keadaan miskin biasanya seseorang lebih mengutamakan Tuhan dan selalu berusaha untuk dekat dengan Dia, berdoa pun all-out. Tetapi pada waktu mengalami pemulihan, diberkati dan menjadi kaya, maka mulai lebih dekat dengan hartanya dibanding dengan Tuhan. Yang diutamakan dan dicari bukan lagi Tuhan, melainkan dunia dengan segala kesenangannya.

Kedua, keadaan buruk. Hal ini pernah dialami Ayub, padahal ia seorang yang "...saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:1). Semua anaknya mati, hartanya ludes, bahkan tubuhnya penuh borok. Namun Ayub tetap kuat karena dia tahu bahwa Tuhan sedang memprosesnya melalui ujian supaya timbul seperti emas murni. Ayub lulus ujian dan kehidupannya dipulihkan secara luar biasa.

Tahun 2005 saat saya memutuskan memenuhi panggilan Tuhan sebagai hamba Tuhan sepenuh waktu, Tuhan izinkan ujian terjadi. Dua hari sebelum berangkat masuk ke Sekolah Alkitab Batu untuk menjalani pendidikan selama sembilan bulan, saya mengalami sakit infeksi lambung dan BAB sampai keluar darah berkali-kali. Puji Tuhan saya tidak undur dari keputusan, dan oleh kemurahan Tuhan sampai di tempat pendidikan, Tuhan Yesus sembuhkan hingga proses pendidikan berakhir.

’’Jangan pernah protes dalam proses sebab  selalu ada rencana Tuhan yang indah di balik itu semua. Tetaplah semangat dan bertahan dalam ujian. Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP