alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tindak Lanjutnya Masih Berupa Pembinaan

21 November 2020, 09: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Jagung milik petani yang sebelumya rusak akibat diduga tercemar limbah pabrik tahu.

Jagung milik petani yang sebelumya rusak akibat diduga tercemar limbah pabrik tahu.

Share this      

JOMBANG - Tindak lanjut yang dilakukan instansi terkait, masih berupa pembinaan. Tindak lanjut ini baik yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Satpol PP Jombang. Bila pembinaan ini masih dilanggar, maka bakal diberikan sanksi tegas.

“Kemarin sudah dirapatkan bersama di tingkat kabupaten, semua OPD terlibat, dan langkahnya diharapkan tidak di DLH, tapi seluruhnya bisa mengambil peran,” terang Yuli Inayati Kabid Wasdal Gakkum DLH Jombang.

Dalam rapat itu, Ina menyebut seluruh pihak sudah memaparkan kondisi terakhir pencemaran di saluran akibat pembuangan limbah pabrik tahu. Pihaknya juga telah mendata seluruh pabrik di lokasi beserta kepemilikan fasilitas IPAL.

“Data kita sudah ada, dalam waktu dekat kita akan lakukan pembinaan juga ke lokasi, terlebih kemarin pihak kecamatan dan pemdes juga datang dan berjanji untuk berembug,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wikko F Diaz Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jombang, juga menyebut akan menunggu hasil koordinasi pemerintah kecamatan dengan pemdes terkait  pembuangan limbah pabrik tahu itu.

“Dari Kecamatan Peterongan maupun Jogoroto intinya akan berembug menyikapi limbah. Membahas masalah di internal mereka dulu. Hasil pembinaan itu akan disampaikan kepada kita,” lontarnya kemarin.

Sembari menunggu itu, Wikko juga berjanji akan segera turun dan mengecek kondisi masing-masing pabrik tahu. Terutama yang sudah pernah dibangunkan IPAL oleh Pemkab Jombang beberapa waktu lalu.

“Senin (23/11) ini kita akan turun dengan DLH untuk memetakan lokasi yang besar dan yang sudah pernah difasilitasi IPAL Komunal,” jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengimbau agar IPAL yang sudah diberikan itu untuk difungsikan kembali. “Sehingga tidak sia-sia barang yang diperbantukan,” lanjut dia.

Ia juga menyebut, dalam waktu dekat penindakan yang bersifat sanksi belum dilakukan. Pihaknya berdalih harus memberikan pembinaan terlebih dahulu.

“Tindakannya masih pembinaan. Kalau nanti tahapan sudah dilakukan, tentu kita akan masuk ke penegakan hukum sebagai alternatif terakhir,” pungkas Wikko.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP