alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Diduga Tercemar Limbah Tahu, Petani Minta Fungsi Saluran Dikembalikan

21 November 2020, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Jagung milik petani yang sebelumya rusak akibat diduga tercemar limbah pabrik tahu.

Jagung milik petani yang sebelumya rusak akibat diduga tercemar limbah pabrik tahu.

Share this      

JOMBANG – Warga meminta fungsi Saluran Sekunder Rejoagung dua di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang harus segera dikembalikan seperti semula. Permintaan ini setelah saluran dipergunakan untuk pembuangan limbah pabrik tahu.

Siti Muazzah salah satu warga Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul mengaku tanaman jagungnya rusak. Diperkirakan, tanaman itu teraliri air dari saluran yang sudah berubah fungsi. ’’Karena dipakai untuk pembuangan limbah pabrik tahu,’’ katanya Rabu kemarin (20/11).

Dikatakan, fungsi saluran selama ini sangat dibutuhkan warga petani. Terlebih saat musim kemarau karena memang diperlukan untuk pengairan sawah. Hanya saja, karena adanya limbah itu diduga air yang mengalir, membuat jagung petani jadi rusak.

Karena itulah dia berharap, fungsi saluran dikembalikan seperti awal. ’’Harapan kami sungai besar itu bisa dikembalikan lagi fungsinya seperti dulu. Artinya bebas dari limbah, bisa bermanfaat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,’’ harapnya.

Bukan tanpa alasan, menurut dia, selama ini saluran selain dipergunakan untuk pengairan sawah juga tempat mencari ikan warga sekitar. ’’Ikan bisa berkembang biak dengan normal. Sehingga bisa dimanfaatkan warga, bahkan dulu dipakai untuk mandi,’’ terangnya.

Namun setelah ada limbah, saluran berubah fungsi. ’’Awalnya untuk pertanian, alirannya dipakai untuk pengairan sawah bukan untuk pembuangan limbah. Dampaknya masyarakat yang merasakan,’’ beber Siti.

Dia menyebut, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang sudah turun ke lokasi. Dia pun sudah menyampaikan keluhan terkait limbah pabrik tahu itu. ’’Sudah dicek dan saya sampaikan bagaimanapun harus ada jalan keluar,’’ sambung dia lagi.

Hingga saat ini kondisi saluran masih sama. Hanya saja karena musim hujan, limbah sudah bercampur dengan air hujan. “Limbah tetap mengalir, namun ke sawah sudah tidak lagi.

Karena tidak dibutuhkan petani, hanya dialiri ketika dibutuhkan. Karena kemarin waktu kemarau itu giliran,’’ bebernya.

Sedangkan kondisi sungai hampir setiap hari bendungan dibuka lebar. ’’Mungkin musim hujan sehingga pintunya dibuka. Masih mendingan sekarang soalnya ada dorongan air, coba waktu kemarau sudah tidak ada airnya lagi. Lebih banyak limbahnya,’’ pungkas Siti.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani jagung di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto tahun ini terancam gagal panen.

Menyusul kondisi tanaman jagung mereka yang mengering. Muncul dugaan, disebabkan air irigasi sawah yang tercemar limbah pabrik tahu.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP