alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Melihat Yoni Lumpang Miring di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

Bertahun Tahun Tak Terurus

21 November 2020, 09: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TAK TERAWAT: Benda diduga cagar budaya di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung ini sudah lama dibiarkan mangkrak.

TAK TERAWAT: Benda diduga cagar budaya di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung ini sudah lama dibiarkan mangkrak. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Banyak temuan benda diduga cagar budaya di Jombang yang nasibnya tak terurus. Seperti halnya yoni kuno yang disebut warga setempat lumpang miring di Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Mojoagung, Kabupaten Jombang. Seperti apa?

ANGGI FRIDIANTO, Mojoagung

UNTUK dapat menemukan yoni kuno yang biasa disebut lumpang miring dapat menuju Dusun Pekunden, Desa Kademangan. Letaknya di area sawah milik warga.

Benda diduga peninggalan purbakala ini tergeletak di tanah di bawah pohon serut  berukuran besar. Ya, benda tersebut diyakini warga sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Pantauan di lokasi, tampak sebuah yoni berukuran 60 cm x 60 cm tergeletak di tanah dengan posisi miring ke arah timur. Terdapat cekungan pada bagian tengahnya.

Slamet Hariyadi, 56, warga setempat mengungkapkan, benda yang disebut lumpang miring tersebut sudah ada sejak ia masih kecil.

”Dulu saat saya masih sekolah, ada yang mencoba meletakkan sejajar, tapi besoknya miring lagi makanya disebut warga lumpang miring,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin (20/11).

Dijelaskan yoni tersebut tak pernah berpindah lokasi. Selain ukurannya yang besar dan berat, hingga kini belum ada upaya penelitian yang dilakukan terhadap benda tersebut. ”Dulu pernah ada yang ke sini, namun tidak ada kelanjutannya,’’ tambahnya.

Yoni tersebut, diyakini sebagai tempat wudu warga yang ingin menunaikan salat pada zaman dahulu. Itu dilihat dari suburnya tanah di sekitar yoni.

”Kalau kata kakek saya ini dipakai wudu. Karena kalau ada yoni pasti di sekitar situ tanahnya subur,’’ jelas dia.

Tak jauh dari yoni, sekitar 10 meter ke utara ada sebuah kolam persegi panjang yang ditata dari bebatuan besar kuno.

Batu ini memiliki bentuk serupa dengan batu bata di Situs Pandegong, di Mojowarno dan Situs Sumberbeji di Kecamatan Ngoro.

”Kalau tumpukan batu ini warga menyebutnya candi. Namun lambat laun mulai runtuh tertutup tanah,’’ jelas dia.

Sama seperti nasib yoni, kaki candi tersebut juga tak terawat. Hal itu dilihat dari tumbuhan semak belukar yang hidup di area bangunan mirip candi. ”Belum ada yang ke sini,’’ pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anom Antono Plt Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang menyebut, belum ada laporan temuan baru mengenai yoni tersebut. ”Sampai saat ini kami belum menerima laporan baik dari desa, warga atau jupel kami,’’ ujar dia.

Namun demikian, ia tak memungkiri jika informasi mengenai lumpang miring sempat beredar di medsos.

”Jadi itu bisa saja temuan kami yang dahulu, namun sekarang di unggah lagi oleh beberapa warga agar viral,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP