alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Rumah Sudah Menggantung, Tanggul Kritis Tak Kunjung Diperbaiki

21 November 2020, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DILAPORKAN: Kondisi tanggul kritis di Kecamatan Mojoagung sudah dilaporkan ke BBWS.

DILAPORKAN: Kondisi tanggul kritis di Kecamatan Mojoagung sudah dilaporkan ke BBWS. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Harapan warga agar kondisi sejumlah tanggul kritis di wilayah Mojoagung segera diperbaiki pupus. Menyusul balai besar wilayah sungai (BBWS) Brantas menjanjikan perbaikan tahun depan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat secara resmi ke BBWS Brantas.

”Surat secara resmi sudah saya kirim ke BBWS, dan alhamdulillah sudah diterima oleh kepala Satkernya langsung,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (20/11).

Bustomi menjelaskan, ada empat titik tanggul kritis yang dilaporkan. Pertama tanggul Kaligondang di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung dengan kondisi kerusakan sekitar 30 meter.

Kedua tanggul Kali Catakbanteng, di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung dengan kerusakan sepanjang 20 meter, tanggul Kaligunting, Desa Betek Kecamatan Mojoagung sepanjang 120 meter yang tersebar di tiga titik, keempat adalah Kaligunting di Desa Talunkidul Kecamatan, Sumobito sepanjang 20 meter.

”Namun untuk tanggul di Catakbanteng ada penanganan darurat yang kami lakukan bersama BPBD,’’ tambahnya.

Dari hasil koordinasi awal, perbaikan rencana baru akan dilakukan tahun depan. Ada beberapa titik yang akan dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp 9,5 miliar.

”Mereka menyampaikan kalau perbaikan yang ada di empat titik tadi mendapat prioritas,’’ jelas dia.

Dijelaskan, karena keempat tanggul kritis tersebut mengkhawatirkan, maka perbaikan dilakukan dengan membangunan parapet beton.

”Namun anggaran perbaikan masing-masing titik tidak sama,’’ pungkasnya. Sebelumnya, memasuki musim penghujan, sejumlah warga mengeluhkan kondisi tanggul kritis yang mulai mengancam rumahnya. Warga mengaku waswas khawatir sewaktu-waktu rumahnya ambles.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP