alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kirim Kerupuk ke Lapas, Ternyata Isinya Sabu-Sabu dan Pil Inex

21 November 2020, 09: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Paket gelap tersebut merupakan sabu-sabu dan pil inex, di ketahui lewat uji lab.

Paket gelap tersebut merupakan sabu-sabu dan pil inex, di ketahui lewat uji lab. (istimewa)

Share this      

JOMBANG – Kasus dugaan penyelundupan narkoba ke lapas kelas II B Jombang (11/11) yang diselipkan dalam kerupuk pasir mulai ada titik terang.

Hasil uji lab, diketahui paket gelap tersebut merupakan sabu-sabu dan pil inex.

”Hasil dari labfor Polda Jatim sudah keluar. Dua sampel benda yang kita kirim dipastikan adalah  methamphetamine narkotika,” terang AKP Moch Mukid, Kasatreskoba Polres Jombang.

Mukid menambahkan, pihaknya baru menerima hasil uji lab Jumat (20/11).

Dari situ terungkap, jika serbuk putih yang ditemukan di dalam kerupuk itu diidentifikasi adalah sabu-sabu, sementara yang berbentuk pil adalah inex.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera menagendakan pemeriksaan kembali kepada NC, selaku pihak yang diduga pemesan barang.

”Senin depan kita jadwalkan bon dia lagi dari lapas, untuk pemeriksaan,” lanjutnya.

Hasil dari pemeriksaan nanti kita gelarkan kasusnya untuk menetapkan status NC. ”Ya, sangat berpeluang jadi tersangka, karena hasilnya kan sudah jelas, dalam pemeriksaan sebelumnya kami belum berani menetapkan dia sebagai tersangka karena barang buktinya kan belum pasti narkotika,” tambahnya.

Sedangkan terkait pengirim paket kepada NC, Mukid menyebut hingga kemarin belum berhasil membekuknya.

Meski menyebut sudah mengantongi identitas pengirim barang, upaya penggerebekan yang pernah dilakukan timnya masih gagal karena pelaku melarikan diri.

”Masih dalam pengejaran, nanti juga kita akan terbitkan DPO untuk yang mengirim ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, NC merupakan warga binaan Lapas Klas IIB Jombang. Ia dihukum tiga tahun penjara  atas kasus narkoba.

Pada Rabu (11/11) lalu, ia mendapat kiriman paket narkoba yang diselundupkan melalui kerupuk pasir dari seseorang yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

Penyelundupan narkoba yang dilakukan itu digagalkan oleh petugas Lapas Jombang.

Ada tiga paket narkoba yang ditemukan di kerupuk pasir itu. Dua paket berisi 2 serbuk berwarna putih dan satu paket berisi 2 butir pil berwarna hijau.

Sebelumnya, upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang kembali terjadi. Kali ini petugas berhasil mengamankan sejumlah paket diduga sabu-sabu yang diselipkan dalam kerupuk pasir.

”Kejadiannya Rabu (11/11) minggu lalu, pagi pukul 09.30. Kebetulan di Lapas Jombang kalau Rabu kan tidak ada kunjungan, diganti menitip barang,” terang Kalapas Jombang Mahendra Sulaksana.

Saat itu, petugas memeriksa bungkusan makanan berisi kerupuk pasir yang sedianya dikirim ke NC, salah satu narapidana kasus narkoba. Di sela-sela memeriksa, si pengirim menunjukkan gelagat mencurigakan, dan segera pergi.

”Nah waktu dibuka, dari 4 kerupuk itu ditemukanlah 3 plastik klip berisi serbuk putih yang diduga sabu-sabu, dan kerupuk satunya berisi pil,” tambahnya.

Kejadian itu pun segera dilanjutkan ke ke Satresnarkoba Polres Jombang. ”Nah waktu dibuka, dari 4 kerupuk itu ditemukanlah 3 plastik klip berisi serbuk putih yang diduga sabu, dan kerupuk satunya berisi pil,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatresnarkoba AKP Moch Mukid mengatakan masih perlu mamastikan paket gelap tersebut. ”Nanti diuji dulu ke Labfor Polda Jatim, apakah itu sabu-sabu atau apa,” singkat Mukid.

Upaya penyelundupan narkoba ke lapas kelas II B bukan kali pertama. Sebelumnya, VN, harus berurusan dengan polisi. Menyusul aksi nekatnya menyelundupkan ribuan butir pil koplo dalam buah salak terbongkar (24/8). ”

pada Senin (24/8) gagal. Paket salak berisi pil koplo itu terendus petugas Lapas saat menggeledah barang bawaannya. ”Aksi kedua sebanyak 1.815 butir pil koplo gagal,” imbuhnya.

Dari keterangan pelaku dan suaminya, lanjut Mukid, ribuan pil koplo itu akan diedarkan di dalam Lapas.

”Begitu juga dengan kiriman yang pertama, juga diedarkan di dalam Lapas,” beber Mukid.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP