alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Sudah Ada Rubuha, Serangan Hama Tikus Kian Masif

21 November 2020, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TAK EFEKTIF: Meski ada rubuha, serangan hama tikus masih sangat masif.

TAK EFEKTIF: Meski ada rubuha, serangan hama tikus masih sangat masif. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Efektivitas proyek rumah burung (rubuha) di area persawahan Desa Betek, Kecamatan Mojoagung dipertanyakan.

Meski sudah ada sekitar belasan titik rubuha, serangan hama tikus masih sangat masif. Musim ini bahkan banyak petani terancam gagal panen.

Salah satunya diungkapkan Rozak salah satu petani setempat. ’’Jadi ada yang sudah panen, tetapi kerusakan sampai 80 persen.

Yang bisa dipanen ya tinggal 20 persen atau sebagian saja,’’ kata Rozak kepada Jawa Pos Radar Jombang Jumat (20/11) kemarin.

Sembari menyebutkan sawah seluas 1 bahu atau sekitar 7.140 meter persegi itu pun tak bisa panen maksimal.

’’Memang belum semua dipanen, tetapi seranganya kelihatan masih ada. Khawatirnya kalau tidak bisa dikendalikan musim tanam padi juga rusak,’’ imbuh dia.

Bukan tanpa alasan, sebab pada tanam padi sebelumnya, tanaman petani setempat juga diserang hama pengerat itu. ’’Kemarin itu bolak-balik buat pinian ternyata habis kena tikus,’’ sambung Rozak.

Diakui di desa setempat sudah terdapat rubuha yang baru saja dipasang. Sayangnya, adanya rumah itu belum maksimal mengendalikan serangan hama tikus.

’’Fungsinya mungkin masih, tetapi tidak bisa maksimal. Soalnya masih banyak serangan tikus,’’ terang dia.

Tidak hanya itu manfaat adanya rubuha juga dinilai sangat kurang. ’’Manfaatnya sangat kecil, untuk menanggulangi populasi tikus ini saya rasa kuwalahan.

Katakan satu burung hantu dalam satu hari makan satu tikus saja sudah kenyang. Sedangkan populasi tikus begitu banyak,’’ beber Rozak.

Meski sudah terdapat lebih dari lima rubuha, perjalannya tanaman petani menjadi sasaran empuk hama tikus.

’’Di samping itu belum semua rubuha itu ditempati burung hantu,’’ ungkap dia.

Karena itu masih menurut Rozak, rubuha tersebut dirasa fungsinya sangat kurang. ’’Soalnya di sebelah timur jalan atau jalan ke arah Sumobito itu ada satu rubuha, lalu di Curingan atau sebelah pabrik kalau tidak salah lebih dari dua rubuha. Semuanya kena tikus semua,’’ pungkas Rozak.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan hama tikus di Kabupaten Jombang kian tak terkendali. Sekitar 110 hektare tanaman jagung petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung rata-rata gagal panen.

M Faruq Kades Betek mengatakan, sampai saat ini serangan hama tikus di wilayahnya masih berlangsung masif. Khususnya di  Dusun Betek Barat dan Betek Utara.

’’Jadi total lahan sekitar 110 hektare, rata-rata semua gagal panen,’’ kata Faruq dikonfirmasi Kamis (19/11) kemarin.

Dijelaskan, serangan paling parah dialai petani di Dusun Betek Barat. Hama tikus menyerang buah jagung. ’’Keserang semua di Betek Barat itu yang parah.

Sementara Betek Utara ini aman, nggak tahu mungkin diseberang sungai sehingga aman dari tikus,’’ imbuh dia.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP