alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dikabarkan Sakit, Bupati Tak Temui Peserta Demo UMK

21 November 2020, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ruang kerja Bupati Hj Mundjidah Wahab.

Ruang kerja Bupati Hj Mundjidah Wahab. (DOKUMEN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Absennya Bupati Mundjidah dalam sejumlah kegiatan pemkab semakin memunculkan tanda tanya publik, terkait kabar dugaan orang nomor satu di Jombang terpapar Covid-19.

Setelah sebelumnya absen menghadiri paripurna di dewan, bupati juga tidak terlihat saat aksi buruh menuntut kenaikan UMK 2021 di depan kantor pemkab (19/11).

Pantauan di lokasi, saat aksi yang dihelat buruh Kamis (19/11) pagi di depan kantor pemkab, Bupati Mundjidah juga terlihat.

Termasuk saat aksi susulan buruh Kamis (19/11) lagi-lagi Bupati juga tidak terlihat. Perwakilan buruh ditemui kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang

Diwakilkan Kepala Disnaker Jombang Purwanto beserta sejumlah pemkab pejabat lainnya. Hadi Purnomo perwakian SBPJ-GSBI (Serikat Buruh Plywood Jombang-Gabungan Serikat Buruh Indonesia) Jombang menuturkan, hasil mediasi perwakilan buruh dan dewan pengupahan kabupaten (DPK) belum menemukan titik sepakat.

Sehingga buruh sepakat menggelar aksi susulan sore. Sayang dalam pertemuan itu, perwakilan buruh tidak bisa bertemu langsung dengan Bupati Mundjidah.

’’Tidak ada bupati dalam mediasi kemarin, hanya perwakilan dinas,’’ kata Hadi.

Dijelaskan, berdasarkan keterangan yang dia terima, alasan bupati tidak bisa menemui perwakilan buruh lantaran dikabarkan tidak dalam kondisi sehat.

’’Jadi tidak ditemui alasannya mereka karena bupati hari ini (kemarin, Red) sakit. Sehingga tidak menemui kita, wakil bupati juga tidak bisa menemui,’’ imbuh dia.

Kendati begitu menurut dia, buruh berharap aksi yang dihelat dua kali dalam sehari itu bisa bertemu orang nomor satu di pemkab. Dengan harapan mengetahui besaran usulan UMK 2021 ataupun rekomendasi yang sudah disampaikan ke pemprov.

’’Sebenarnya kita sudah berupaya untuk bertemu, apa yang dikeluarkan atau statemen bupati ini yang kita tunggu. Mau segera untuk merevisi atau final dan tidak bisa diubah. Kalau memang sudah final, kita akan mengambil jalan hukum,’’ sambung Hadi.

Menurut dia, buruh tetap mempertanyakan terkait UMK Jombang tahun depan. ’’Kita akan aksi sampai dengan bupati bisa bertanggung jawab.

Apa dasar bupati tidak menaikan UMK, sedangkan UMP saja sudah dinaikan gubernur,’’ terang dia.

Kendati demikian, dia berharap pemkab menjelaskan angka yang diusulkan bupati ke gubernur. ’’Jadi kita kepingin dijelaskan upaya apa kemarin sampai begitu, DPK (Dewan Pengupahan Kabupaten, Red) Jombang itu jauh-jauh ke Yogyakarta apa yang dihasilkan. Mereka (DPK Jombang, Red) ini tangan kanan bupati,’’ pungkas Hadi.

Sementara pantauan di pendapa kabupaten, baik pagi ataupun sore nampak sepi (19/11). Tidak ada aktivitas ataupun kegiatan yang dihelat di area itu.

Hanya terdapat petugas berjaga, kendaraan dinas terpantau sempat keluar dari pendapa sekira pukul 15.30.

Sebelumnya, absennya Bupati Mundjidah Wahab mengikuti sejumlah kegiatan pemkab terus memunculkan tanda tanya publik. Sekdakab Jombang Akhmad Jazuli menyebut bupati sudah hampir sepekan WFH (work from home).

’’Jadi tetap kerja di rumah dinas. Insya Allah di pendopo. Sekarang ya WFH (Work From Home, Red) hanya istirahat pegel, jadi beliau tetap kerja tapi di rumah,’’ kata Jazuli dikonfirmasi Rabu (18/11) kemarin.

Jazuli belum mengetahui persis kondisi kesehatan bupati. Hanya saja, informasi yang dia terima, saat ini butuh istirahat.

’’Sakitnya tidak tahu, tetapi tadi (kemarin, Red) beliau sudah telepon saya dengan suara lantang, katanya istirahat kepegelen,’’ imbuh dia.

Kendati begitu diakui, untuk sementara bupati tak keluar rumah. Seluruh pekerjaan sementara dikerjakan dari rumah. ’’Butuh istirahat saja, jadi ibu ini di rumah dinas.

Beliau ini tetap ngantor, ngerjakan surat menyurat setiap hari. Hanya tidak ikut kegiatan di luar, jadi ya tidak pakai izin,’’ sambung Jazuli.

Terpisah Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran membenarkan kondisi bupati tidak dalam kondisi fit. Sehingga butuh perawatan. ’’Hanya kelelahan saja, karena itu saja sehingga beliau butuh istirahat,’’ kata Pudji dikonfirmasi.

Saat ini pihaknya terus memantau kondisi kesehatan bupati. ’’Karena terkait kesehatan beliau ini memang menjadi kewajiban kami memastikan bagaimana tetap sehat. Jadi pelayanan kesehatan tetap kita berikan,’’ imbuh dia.

Untuk saat ini bupati menjalani perawatan di rumah dinas. Disebutkan, enam hari terakhir pihaknya terus memantau kesehatan orang nomor satu di pemkab ini.

’’Kami mulai merawat beliau (Bupati Mundjidah, Red) ini Jumat kemarin (13/11), ketika merasa nggak enak badan kami pantau terus,’’ beber Pudji.

Kendati begitu Pudji menyebut, saat ini kondisi bupati sudah sehat. ’’Sekarang beliau sudah enakan, sudah sehat kok,’’ papar dia.

Disinggung terkait bupati yang dikabarkan terkonfirmasi Covid-19 Pudji enggan berkomentar banyak. ’’Kalau itu konfirmasi ke keluarga saja,’’ pungkas Pudji.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP