alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tak Punya Kartu Tani, Gagal Dapat Pupuk Subsidi

20 November 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Sejumlah petani mengeluh tak bisa mendapatkan pupuk subsidi.

Sejumlah petani mengeluh tak bisa mendapatkan pupuk subsidi. (ilustrasi)

Share this      

JOMBANG – Sejumlah petani mengeluh tak bisa mendapatkan pupuk subsidi. Di beberapa kios, petani tetap diminta menunjukkan Kartu Tani. Sementara, belum semua petani memiliki kartu tersebut.

Seperti yang dialami Radi, 55, salah satu petani bawang merah asal Desa Darurejo, Kecamatan Plandaan. Ia mengaku sampai sekarang belum memiliki Kartu Tani.

”Saya belum punya (Kartu Tani, Red). Di RT saya sendiri, banyak yang belum punya. Yang sudah bisa dihitung dengan jari,” kata Radi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia mengaku pupuk menjadi kebutuhan utama tanaman bawang merah yang saat ini ditanam. Pada awal pengolahan tanah, Radi juga mengaku melakukan pemupukan.

Jenis pupuk subsidi yang digunakan adalah NPK. Ketika tanaman sudah berusia 10-15 hari, dilakukan lagi pemupukan kedua dengan jenis Urea atau ZA.

”Biasanya pakai ZA Daun,” imbuhnya. Pemupukan lagi diberikan saat tanaman bawang merah sudah berumur 30-35 hari dan seterusnya, dengan jenis pupuk Urea.

Pupuk menurutnya sangat dibutuhkan, sebab pada umur ini tanaman memasuki fase pembentukan umbi sehingga butuh karbohidrat hasil fotosintesis.

Namun karena tak memiliki Kartu Tani, ia harus terpaksa membeli pupuk nonsubsidi. ”Kalau yang non-subsidi, harga sekira Rp 200 ribuan per sak.

Padahal kalau dapat subsidi kan lumayan ada potongan,” lanjutnya.

Radi sendiri mengaku tak memiliki cukup pengetahuan, kemana harus mengadukan persoalan ini. ”Katanya sekarang ini ada pendataan Kartu Tani, tapi belum terlihat.

Saya sendiri belum pernah dapat panggilan, baik dari poktan atau desa,” ujarnya. Sementara jika tetap mendatangi kios pupuk, Radi mengaku tetap diminta menunjukkan Kartu Tani.

”Kalau pupuknya ada. Baik subsidi atau non-subsidi, sama-sama tidak langka. Cuma kalau ingin yang subsidi, harus menunjukkan kartu,” ucapnya.

Selain sulit mendapatkan pupuk subsidi, pada masa tanam bawang merah kali ini Radi juga mengeluh terbatasnya air. ”Bawang merah juga butuh hujan, tapi tidak setiap hari.

Masalahnya ini sudah dua minggu di Plandaan tidak ada hujan, jadi terpaksa harus pakai diesel untuk penyiraman tanaman,” pungkasnya.

(jo/mar/jif/JPR)

 TOP