alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dicacah Tikus, Ratusan Hektare Jagung Petani di Mojoagung Rusak

20 November 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Sekitar 110 hektare tanaman jagung petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung rata-rata gagal panen

Sekitar 110 hektare tanaman jagung petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung rata-rata gagal panen (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Serangan hama tikus di Kabupaten Jombang kian tak terkendali. Sekitar 110 hektare tanaman jagung petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung rata-rata gagal panen.

M Faruq Kades Betek mengatakan, sampai saat ini serangan hama tikus di wilayahnya masih berlangsung masif. Khususnya di  Dusun Betek Barat dan Betek Utara.

’’Jadi total lahan sekitar 110 hektare, rata-rata semua gagal panen,’’ kata Faruq dikonfirmasi Kamis (19/11) kemarin.

Dijelaskan, serangan paling parah dialai petani di Dusun Betek Barat. Hama tikus menyerang buah jagung. ’’Keserang semua di Betek Barat itu yang parah.

Sementara Betek Utara ini aman, nggak tahu mungkin diseberang sungai sehingga aman dari tikus,’’ imbuh dia.

Sejumlah upaya dilakukan petani untuk menanggulangi serangan hama tikus, namun hasilnya sia-sia.

Sehingga petani memilih pasrah. ”Sementara dibiarkan di sawah, misal dipanen juga masih itung-itung dengan upah pekerja dan lain-lain, hasilnya belum tentu,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fungsi rumah burung hantu (rubuha) di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung belum sepenuhnya optimal.

Mayoritas tanaman jagung petani rusak akibat terkena serangan hama tikus. petani pun terancam merugi besar.

Seperti pantauan Selasa (27/10) kemarin, banyak ditemukan tanaman jagung di sejumlah sawah rusak.

Terlihat banyak buah jagung terlihat keropos akibat dicacah hama pengerat ini.

Saking parahnya serangan hama tikus, sebagian buah jagung hanya tersisa tongkolnya yang sudah menganga. Bahkan mulai mengering.

Di area persawahan tersebut, nampak rubuha warna hitam berdiri tegak. Sedikitnya ada lima titik rubuha yang menancap.

Kondisi tanaman jagung di bawah rumah itu jagung mayoritas sudah terkena serangan hama tikus.

Sejumlah petani pun mengeluhkan serangan hama tikus. Petani pun waswas ancaman gagal panen.

’’Memang serangan tikus di sini banyak,’’ terang Rozak, salah satu petani asal Desa Betek Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Rozak menyebut sudah keluar biaya besar untuk menanam jagung. Saat ini, sawah dengan lausan sekira 3.570 meter persegi mayoritas sudah rusak.

’’Kalau di sini buah jagung mulai muncul dan terkena serangan tikus. Serangannya dari tengah dan sangat cepat,’’ imbuh dia.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP