alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Kandidat Berebut Rekom Cabor

Jelang Musrokab KONI

20 November 2020, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kantor KONI Kabupaten Jombang

Kantor KONI Kabupaten Jombang (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Bursa calon ketua KONI Jombang periode 2021-2025 kian memanas. Pasalnya, mereka sudah mulai berebut rekomendasi dari cabang olahraga (cabor) yang dinaungi KONI Jombang.

Untuk bisa maju menjadi calon ketua KONI harus mendapat rekomendasi minimal tujuh cabor dari 37 cabor.

Seperti Tito Kadarisman yang saat ini menjabat Ketua KONI Jombang, dirinya lebih memasrahkan ke cabor untuk merekom dirinya maju kembali memimpin KONI.

”Intinya saya pasrahkan ke cabor. Yang jelas saya maju karena cabor dan apabila tidak maju karena tidak didukung cabor,” ujarnya.

Sehingga, saat ini dirinya belumb bisa membeber secara terbuka, terkait dengan rekom cabor yang sudah dia kantongi. ”Ya intinya demokrasi ini berjalan dengan baik.

Kita tunggu saja saat pemilihan tanggal 9 Desember nanti,” terangnya.

Dia berharap,  siapapun yang menjadi Ketua KONI Jombang kedepannya. Harus bisa lebih baik lagi untuk memajukan prestasi olahraga kedepannya. ”Semakin banyak yang maju semakin baik. Ini menunjukan banyak yang peduli dengan olahraga di Jombang,” bebernya.

Bebeda dengan Heru Ariwanto Wakil Ketua KONI Jombang yang juga menjadi calon ketua KONI, dirinya mengaku sudah mendapat rekom lebih dari tujuh.

”Alhamdullilah sudah lebih dari 7 cabor yang memberikan dukungan. Sehingga bisa lolos dalam tahap penjaringan calon,” terangnya saat dikonfirmasi kemarin.

Dirinya mengaku, saat ini juga terus melakukan pendekatan ke cabor-cabor untuk meraih rekomendasi agar semakin memantapkan dirinya menjadi ketua KONI periode 2021-2025. ”Ini terus masih berjalan intinya sudah mendapat rekom separuh dari cabor yang ada,” pungkas Heru.

Sayang calon ketua KONI yang ketiga, yakni Yacob Widarto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pelti Jombang, tidak bisa memberikan keterangan.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak ada jawaban. Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat belum ada balasan.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP