alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Minggu Depan Agenda Tuntutan

Sidang Pembunuhan Anak di Kedung Cinet

20 November 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BIKIN TRENYUH: Suasana pembongkaran jasad korban di TPU Sambongdukuh Jombang beberapa waktu lalu.

BIKIN TRENYUH: Suasana pembongkaran jasad korban di TPU Sambongdukuh Jombang beberapa waktu lalu. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sidang dengan terdakwa AHR, 16,  pelaku pembunuhan M Alfian Rizky Pratama di Kedungcinet telah berlangsung beberapa kali. Minggu depan, jadwal sidang sudah masuk pada tahapan penuntutan.

“Sidang dilakukan hari ini (Kemarin,Red), untuk agendanya pemeriksaan terdakwa,” terang Tedhy Widodo Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jombang.

Ia menyampaikan, sidang masih dilakukan dengan cara virtual dan dilakukan tertutup karena berkaitan terdakwa yang statusnya masih anak-anak. “Jadi ini sidang kedua, sebelumnya sidang dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi,” tambahnya.

Rencananya, sidang lanjutan ketiga akan dilakukan Senin (23/11) mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

“Jadi prosesnya berlangsung relatif lebih cepat, karena terdakwanya memang anak, sehingga proses hukumnya juga harus cepat selesai,” tambahnya lagi.

AHR didakwa telah melakukan tindak pidana sebagaimana termasuk dalam Pasal 80 (3) UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang Undang RI No 23 Tahun 2002 atau pasal 340 atau pasal 338 yang diatur dalam KUHP.

Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban yang baru berusia 12 tahun, awalnya dikira meninggal karena tenggelam di sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan (21/10) lalu.

Namun, dari penyelidikan polisi, akhirnya diketahui Fian tewas dibunuh AHR, 16, temannya sendiri dengan cara dianiaya sebelum akhirnya ditenggelamkan.

Korban ditenggelamkan dengan cara didorong dan diinjak saat korban sudah masuk ke salah satu ceruk di Kedung Cinet.

Dari otopsi yang dilakukan, ditemukan ada sejumlah luka di kepala, bahkan leher korban nyaris putus. Di dalam paru-paru korban juga sempat ditemukan pasir, bukti jika korban masih hidup ketika tenggelam.

Dari pemeriksaan polisi, diketahui motif pembunuhan masalah akun game online. Korban dan terdakwa, sempat membuat akun game online bersama, namun korban disebut terdakwa mengubah sandi secara sepihak dan memaksa terdakwa untuk menebus dengan sejumlah uang.

Namun meski uang telah diserahkan, korban tak juga memberikan akun game online itu hingga berujung pembunuhan.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP