alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga
Bursa Ketua KONI Jombang

Banyak Calon Makin Baik

Dukung Warsubi dan Gus Fatchur Maju

20 November 2020, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kantor KONI Kabupaten Jombang

Kantor KONI Kabupaten Jombang (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kemampuan manajemen organisasi saja ternyata tidak cukup untuk menjadi nahkoda olahraga di Jombang. Hal itu disampaikan M Syarif Hidayatullah, ketua Perkemi (Persatuan Kempo Indonesia) Jombang.

Ia menyebut, Fatchurrahman mantan ketua PSSI Jombang dan Warsubi Bendahara PSSI Jombang merupakan salah satu yang cocok memimpin KONI Jombang ke depan. Mengingat kemampuan finansialnya yang juga mendukung.

”Karena kita tidak bisa memungkiri, kelemahan kita di olahraga adalah keuangan, ketika ada atlet yang berprestasi kita tidak bisa memberikan penghargaan yang lebih,” ungkap Gus Sentot, sapaan akrabnya.

Keduanya disebut mampu dalam sisi finansial untuk menyokong kekurangan dana olahraga di Jombang. Sehingga, jika salah satu di antaranya jadi ketua KONI, KONI tidak akan lagi bergantung sepenuhnya pada keuangan daerah.

”Secara modal, beliau berdua sangat cukup, sehingga olahraga nantinya tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah,” tambahnya.

Menurutnya, keuangan ketua KONI Jombang juga akan berpengaruh pada prestasi olahraga nantinya. Pasalnya, jika pembinaan maksimal dengan penghargaan yang diberikan kepada pelatih maupun atlet, semua akan lebih semangat meningkatkan prestasi.

”Kalau penghargaan kepada atlet berprestasi saja tidak pantas, bagaimana mereka bisa berkembang. Harapannya, kemampuan finansial mampu membarengi prestasi mereka,” tegasnya.

Namun, ia menyebut tak semua prestasi diukur dari seberapa mampu keuangan bidang olahraga, termasuk keuangan ketua. ”Setidaknya, kalau mereka kaya, mereka tidak akan korupsi,” ungkap Gus Sentot.

Selain dari kemampuannya mengayomi cabor, menurutnya, ketua KONI harus representatif dan bisa mengakomodir kebutuhan cabor, bisa mengayomi dan memperjuangkan olahraga, dan bisa meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Jombang kedepannya. ”Yang penting semakin banyak calon semakin baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Samsu, pelatih cabor tarung derajat mengatakan, selain kemampuan finansial. Ketua KONI harus memiliki program yang jelas dan terarah. ”Finansial  dan progaram  berkelanjutan harus jalan bersama-sama, tidak hanya teori saja,” ungkap Samsu.

Fatchurrohman misalnya, ia memang dianggap mampu dalam sisi finansial. Namun perlu pendampingan untuk menyusun program ke depan.

Sehingga tidak hanya menyejahterakan cabor di Jombang. Tapi juga dibarengi dengan prestasi yang membanggakan. ”Itu sangat bagus, tapi perlu pendampingan orang yang membangun, karena kalau hanya bagi-bagi uang tapi hasil nol kan sia-sia,” tegasnya.

Menurutnya, program yang jelas bisa dihitung sesuai target beberapa tahun ke depan. Ia berharap semua cabor profesional dalam hal meraih prestasi.

”Kan ada olahraga yang terukur dan tidak terukur, itu bisa jadi patokan, itu bisa dibina dan dijumlah, dan ditotal pada akhirnya. Banyak cabor yang malu dan diam untuk mengutarakan pendapat karena sudah jadi “konco sandiwara” dalam kebodohan dan tidak ada niat untuk olahraga.

Sama seperti mematikan prestasi untuk anak-anak kita kedepannya. Jadi ke depan jangan sampai seperti ini,” pungkasnya.

Sebeumnya, sejak dibuka pendaftaran calon ketua KONI Jombang periode 2021-2025, sejumlah nama langsung tancap gas.

Tito Kadarisman yang saat ini masih aktif menjadi ketua KONI langsung percaya diri mendaftar, disusul Heru Ariwanto, Wakil Ketua KONI dan Yacob Widarto, Ketua Pelti Jombang juga mendaftar.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP