alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kasun Petengan Ajukan Pengunduran Diri

Kasus Penganiayaan Tamu Eks Lokalisasi

19 November 2020, 07: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ilustrasi penganiayaan oleh oknum perangkat

Ilustrasi penganiayaan oleh oknum perangkat (ilustrasi)

Share this      

JOMBANG – Kasus penganiayaan salah satu pengunjung eks lokalisasi Tunggorono oleh oknum perangkat desa kian berbuntut panjang.

Usai ditetapkan menjadi tersangka, Agus Syarifudin, 31, Kepala Dusun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang akhirnya mengundurkan diri.

”Sudah, jadi yang bersangkutan sudah resmi mengajukan pengunduran diri di atas materai, kalau tidak salah tanggal 15 atau 17 November 2020 kemarin,” terang Mudhlor, Camat Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang (18/11).

Mudhlor menyebut, berkas tersebut sebelumnya sudah diserahkan Kepala Desa Tambakrejo kepadanya kemarin. ”Sudah sampai di kami berkasnya,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya masih mempelajari berkas sebelum nantinya mengeluarkan rekomendasi. Sehingga sampai saat ini, status Aris Syarifudin masih sebagai perangkat desa yang sah.

”Kami juga masih perlu menelusuri kasusnya dia juga, apakah dia masih punya tanggungan pekerjaan di desa atau tidak,” lanjutnya.

Terlebih, menurut Mudhlor, Agus masih punya kewajiban yang harus ia selesaikan di Pemdes Tambakrejo. ”Misal ganjarannya yang sedang digarap orang lain ini kan harus diselesaikan dulu,” tambahnya.

Penelitian ini, disebutnya berlangsung paling tidak selama dua hingga tiga hari ke depan. Setelah itu, pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi kepada Kepala Desa Tambakrejo untuk segera ditindaklanjuti dengan SK pemberhentian perangkat desa.

”Kalau rekomendasinya sudah turun ya tidak perlu berlama-lama lagi (diberhentikan,Red). Jadi nanti kekosongan boleh dirotasi dulu atau pakai pelaksana tugas sementara, dan tidak lebih dari tiga bulan harus segera diisi kembali,” tambahnya.

Mudhlor juga memastikan, Pemkab Jombang tak akan memberikan bantuan juga pendampingan hukum kepada Agus. Lantaran selain belum ada pengajuan dari Agus ataupun pemdes setempat, dirinya kini juga tengah berproses untuk diberhentikan.

”Jadi otomatis dia tidak akan dapat fasilitas itu (bantuan hukum,Red),” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Jombang Kota AKP Moch Wilono menyebut hingga Rabu (18/11) Agus masih ditahan di sel Mapolsek Jombang. ”Masih menunggu hasil uji swab sebelum nanti dikirim ke rutan Mapolres Jombang,” ungkapnya.

Berkas penyidikannya, juga disebut Wilono masih berproses di Polsek Jombang. Saat disinggung soal pemeriksaan korban, Wilono pun belum bisa menjawab gamblang.

”Baru SPDP yang dikirim ke kejaksaan, kalau pemeriksaan korban belum ada laporan ini dari penyidiknya,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Syarifudin, 31, Kepala Dusun Peterngan,  Desa Tambakrejo harus mendekam di bui.

Menyusul tindakan nekatnya menghajar Achmad Saifudin, 23, pengunjung eks lokalisasi Tunggorono saat sedang berkencan dengan salah seorang diduga PSK Sabtu (7/11) lalu.

Akibat mendapat serangan pelaku, Achmad Saifudin, 23, warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang menderita sejumlah luka di wajah dan dadanya hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi menjerat Agus Syarifudin  dengan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP