alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Pemkab Jombang Raih Dua Penghargaan dari Gubernur Jatim

17 November 2020, 09: 18: 50 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Wabup Sumrambah menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah

Wabup Sumrambah menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Pemkab Jombang yang diwakili Wabup Sumrambah menerima dua penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang diserahkan di Batu, Jumat (13/11). Penghargaan atas inovasi Dinas Lingkungan Hidup dengan  Santri Jogo Kali yang masuk top 45 kompetisi inovasi pelayanan publik (kovablik) Jatim. Serta kelompok budaya kerja Oryza Sativa Dinas Pertanian, yang meraih juara 3 kompetisi budaya kerja Provinsi Jatim.

Penyerahan penghargaan ini juga dihadiri Wagub Emil Dardak dan Diah Natalisa Deputi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

’’Alhamdulillah, dua inovasi pelayanan publik Pemkab Jombang mendapat apresiasi dan penghargaan dari Gubernur Jatim. Atas nama Pemkab Jombang saya sampaikan terimakasih khususnya kepada Santri Jogo Kali dan Kelompok Budaya Kerja Oryza Sativa yang telah membawa nama baik Jombang,’’ kata Wabup Sumrambah.

Dia berharap penghargaan di atas melecutkan motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ’’Semoga apresiasi dan penghargaan ini semakin memotivasi kita semua untuk terus berinovasi dan bersinergi, guna menciptakan terobosan-terobosan baru yang memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,’’ urainya.

Oryza Sativa di ajang kompetisi kelompok budaya kerja Jatim mengangkat motto tatag, tangguh dan trengginas. Temanya, menurunkan keluhan petani terhadap intensitas serangan hama tikus di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh. Sementara inovasi Dinas Lingkungan Hidup dengan Santri Jogo Kali,  yang berhasil mendapatkan penghargaan top 45 Kovablik Jatim 2020, tidak lepas dari sinergitas semua pihak.

Dampak inovasi ini bagi lingkungan yakni kualitas air sungai meningkat. Jumlah sampah sungai menurun. Lingkungan sekitar sungai semakin bersih dan sehat. Ekosistem sungai semakin baik, ikan, udang renik dan hewan air lainnya bermunculan. Serta dampak buruk lingkungan menurun. Air sumur sekitar sungai semakin bersih. Resiko banjir menurun karena sampah kiriman berkurang. (Humas Protokol)

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP