alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Hama Tikus Serang Benih Padi

Petani di Utara Brantas Kelimpungan

17 November 2020, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tak ingin semakin bibitnya ludes diserang tikus, petani terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membuat pagar pembatas di sekeliling persemaian benih

Tak ingin semakin bibitnya ludes diserang tikus, petani terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membuat pagar pembatas di sekeliling persemaian benih (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Memasuki masa tanam padi kedua, sejumlah petani di wilayah utara Brantas kembali mengeluhkan serangan hama tikus. Meski masih proses pembenihan, tikus sudah masif menyerang.

Hendro, salah satu petani asal Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang mengaku resah serangan hama tikus. Saking ganasnya, sejak pembenihan sudah menyerang.

”Tikus memakan benih padi yang baru saja tumbuh,” ungkap Hendro, kemarin (16/11). Serangan hama tikus tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

”Setiap hari juga ada tikus, bahkan musim tanam kemarin tikus juga menyerang tanaman padi,” lanjutnya.

Kondisi ini kembali terjadi saat musim tanam kedua. ”Sekarang sudah masuk masa tanam kedua,” lanjutnya. Akibat serangan ini, proses pembenihan padi menjadi terganggu. ”Kalau terus begini, tanam padi bisa mundur,” bebernya.

Tak ingin semain bibitnya ludes diserang tikus, petani terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membuat pagar pembatas di sekeliling persemaian benih.

Sebagian ada yang membuat dari bahan plastik. Ada juga petani yang membuat pagar dari bahan seng. ”Kalau tidak dipagar, benih padi yang sudah ditabur langsung dimakan tikus,” imbuhnya.

Upaya lain yang dilakukan petani untuk membasmi tikus dengan alat josmo.

Ia menambahkan, biasanya hama tikus mulai menyerang benih padi menjelang Magrib hingga esok pagi.Sementara itu tidak hanya di wilayah Kecamatan Ploso, hama tikus juga menyerang benih tanaman padi di Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan.

Abidin, salah satu petani menjelaskan, hama tikus masih menjadi ancaman serius. ”Mudah-mudahan benih padi yang disemai ini tidak rusak, kalau rusak ya bisa molor tanamnya,” katanya.

(jo/mar/jif/JPR)

 TOP