alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Masjid Jomper Istiqamah Peringati Maulid Nabi

16 November 2020, 14: 37: 21 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KOMPAK: DR Hj Luluk Farida, bersama takmir dan panitia maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jomper, Kepanjen, Sabtu (14/11).

KOMPAK: DR Hj Luluk Farida, bersama takmir dan panitia maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jomper, Kepanjen, Sabtu (14/11). (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Masjid Jombang Permai (Jomper) Kelurahan Kepanjen, Kecamatan/Kabupaten Jombang istikomah menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid Nabi yang dilaksanakan Sabtu (14/11) malam menghadirkan daiah kondang, DR Hj Luluk Farida dari Malang. ’’Cinta kita pada Rasulullah Muhammad SAW tidak boleh luntur meski pandemi. Kita memperingati maulid Nabi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,’’ kata Ustad H Abu Zahlan Husein, ketua takmir Masjid Jomper.

Ustad Abu menjelaskan, memperingati maulid merupakan ekspresi cinta pada Nabi Muhammad SAW. ’’Sesuai sabda Rasulullah; orang yang cinta Nabi, kelak akan berada di surga bersama Nabi,’’ jelasnya. Memperingati maulid juga salah satu cara menanamkan cinta Nabi pada generasi muda. ’’Sebagai orang tua, kita wajib mendidik agar anak-anak mencinta Nabi Muhammad SAW,’’ tegasnya.

Lurah Kepanjen Ade Yudha Kusuma mengapresiasi tema meneladani akhlak Rasulullah di tengah derasnya arus informasi dan globalisasi. ’’Sekarang ini banyak hoax, kita harus benar-benar selektif terhadap informasi,’’ ucapnya.

DR Hj Luluk Farida dalam ceramahnya menjelaskan pentingnya menjaga jari di era informasi. ’’Salah ngomentari dan meneruskan informasi, kita bisa dosa besar,’’ paparnya. Sebab di akhirat nanti, jari pun akan dihisab. Seperti dalam QS Yasin 65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan dan kaki mereka terhadap apa yang dulu lakukan.

’’Sejak zaman Nabi, hoax sudah ada,’’ jelasnya. Ada pengemis yang karena menerima kabar hoax, selalu menghina Nabi. Tapi Nabi justru menyuapinya setiap hari. ’’Disuapi dengan lembut,’’ ucapnya. Setelah Nabi wafat, ganti Abu Bakar yang menyuapi. Namun caranya tidak selembut Nabi. ’’Begitu tahu orang yang selalu dia caci adalah Nabi yang biasa menyuapi, pengemis itu pun tobat,’’ paparnya.  Ini pelajaran agar kita selalu baik walaupun kepada orang jahat sekalipun. ’’Dengan adanya HP sekarang ini, semua orang bisa membuat dan menyebar hoax. Anak-anak harus didampingi saat menggunakan HP,’’ pesannya.

Agar media sosial tidak dipenuhi konten buruk, dia mengajak mengisinya dengan konten positif. ’’Misalnya diisi salawatan dan pengajian,’’ pungkasnya. (jif)

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP