alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Rusak 3 Hektare Tanaman Jagung

Serangan Penyakit Bulai di Ngudirejo Masif

15 November 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BUTUH SOLUSI: Petani mencabut tanaman jagung ini setelah diserang penyakit bulai.

BUTUH SOLUSI: Petani mencabut tanaman jagung ini setelah diserang penyakit bulai. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Serangan penyakit bulai yang menyerang jagung petani di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek kian masif. Luasannya bahkan ditaksir mancapai tiga hektare.

Lantarno Kepala Desa Ngudirejo mengatakan, serangan penyakit bulai begitu masif menyerang tanaman jagung petani di wilayahnya.

Dari sekitaran 50 hektare tanaman jagung, sekitar tiga hektare terserang. ”Laporan sementara yang saya terima ada sekitar 3 hektare yang terserang,” bebernya.

Serangan bulai di antaranya ditemukan di empat dusun. Masing-masing Dusun Ngemplak, Gedangan, Ngudirejo dan Canggon.

”Hampir merata. Serangan paling parah di Dusun Canggon dan Ngudirejo,” bebernya.

Penyakit bulai menyerang tanaman jagung sejak usia muda. ”Kira jagung usia 15-20 hari,” imbuhnya. Akibat serangan bulai, pertumbuhan tanaman terganggu termasuk buahnya.

”Jadi tanamannya yang putih ini tidak keluar jagungnya akhirya kuntet dan mati. Jadinya ya jarang setiap tanaman ada jagungnya, akhirnya kurang maksimal,’’ imbuh dia.

Akibat serangan hama bulai, dipastikan hasil panen jagung anjlok. Sehingga para petani terancam merugi besar. ”Satu petak lahan hampir separo yang kena, otomatis hasil panen turun,” imbuhnya.

Ditanya penyebab munculnya serangan penyakit bulai, Lantarno mengaku tak mengetahui pasti. ”kemungkinan faktor cuaca. Di sini kan tanahnya pasir, sementara musim kemarau ini panas. Mungkin karena itu akhirnya ada penyakit bulai,’’ ungkap dia.

Dia menyebut, upaya penyemprotan sudah dilakukan, namun hasilnya belum maksimal. ”Dulu waktu tanam sebagian sudah ada yang semprot pakai obat. Tetapi yang terakhir ini belum tahu,’’’ beber dia.

Disinggung langkah yang dilakukan dinas menanggulangi serangan penyakit bulai, dia tak mengetahui pasti., terlebih pihaknya belum melapor. ”Setahu saya belum ada penanganan dari dinas.

Mungkin dari PPL sudah tahu. Karena serangannya sejak kecil dan sulit ditagani. Belum ada atau memang tidak ada obatnya, kecuali yang bisa dilakukan ya antisipasi,’’ pungkas Lantarno.

Saat dikonfirmasi, Priadi Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang membenarkan serangan penyakit bulai yang menyerang jagung petani. Hanya saja dia belum hafal luasan lahan terdampak. ’’Ini saya tidak hafal kalau yang putih (bulai, Red), tetapi yang jelas karena jamur,’ kata Priadi.

Akibat serangan jamur, berdampak pada pertumbuhan tanaman. Ujungnya mengurangi produktivitas hasil panen. ’’Jelas dan mesti  mengkrik-mengkrik, karena akarnya sudah terganggu,’’ sambung Priadi.

Dia mengaku sebelumnya sudah melakukan sosialisasi kepada petani sebelum tanam. Bahkan dia menyebut penyakit bulai mudah ditangani. ’’Sebenarnya tidak sulit, ini juga sudah ada obatnya. Karena penyakitnya jamur, maka ditangulangi dengan (obat) jamur,’’ terang dia.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP