alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Budidaya Mentok Rambon, Bulu Warna-Warni Harga Jualnya Tinggi

31 Oktober 2020, 13: 32: 31 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Budidaya mentok Rambon

Budidaya mentok Rambon (Ainul Hafidz/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Mentok hias jenis rambon kini banyak diminati. Mentok jenis ini mempunyai bulu warna-warni dan harga jualnya tinggi. ’’Usia enam bulan bisa laku Rp 300 ribu,’’ kata Nanang Hidayatulloh warga Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang kemarin (30/10/2020).

Bulunya memiliki warna berbeda dengan mentok lokal. Tidak hanya putih, tapi warna-warni. Nanang menyebut, unggas ini memiliki nama latin cairina moschata.

 Ada yang berwarna cokelat, abu-abu dan ada juga yang berwarna hitam. Mentok jenis rambon selain dikonsumsi juga bisa untuk hias.

Baca juga: Dosen STIE Jombang Nilai Rumah Burung Hantu Tak Efektif Basmi Tikus

Dia mengaku sudah beternak mentok sejak 2016. Namun, baru setahun terakhir mengembangkan jenis mentok rambon. ’’Mengikuti perkembangan pasar, sekarang mentok rambon. Karena proses makan sama dengan mentok lokal putih. Tapi harganya jauh berbeda,’’ sambung lelaki 32 tahun ini.

Karena memiliki variasi warna yang cukup banyak itulah maka harganya ikut terdongkrak. Menurut Nanang, satu ekor jenis rambon bisa dijual hingga ratusan ribu rupiah. Harga ini bergantung jenis dan besar kecilnya mentok. ’’Bergantung warna juga, seperti ini silver variasi cokelat Rp 300 ribu usia sekitar enam bulan,’’ terang dia.

Diakui, warna bulu hingga bentuk tubuh cukup memengaruhi harga jual. Semakin besar ukuran mentok berikut warna bulunya, maka harga jual ikut melambung. ’’Kalau yang istilahnya bondol kaji ukuran jumbo, harganya bisa sampai di atas Rp 300 ribu,’’ beber dia.

Kendati begitu, perawatannya hampir sama dengan mentok lokal pada umumnya. Selain hobi, budidaya unggas air yang hidup di alam liar dan berasal dari Benua Amerika ini ternyata  bisa menambah penghasilan keluarga. ’’Untuk makanannya juga sama, dikasih dedak, gilingan jagung dan nasi aking,’’ pungkas Nanang. (fid/bin/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP