alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Hanya Rp 5 Ribu, Warung Malam Lodeh Bacokan Buka Sejak 50 Tahun Lalu

26 Oktober 2020, 18: 43: 24 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Nur Khotiman, pemilik warung menyajikan hidangan nasi lodeh Bacokan.

Nur Khotiman, pemilik warung menyajikan hidangan nasi lodeh Bacokan. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

BANYAK pilihan untuk pecinta kuliner malam. Salah satunya, warung nasi lodeh bacokan di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Jombang.

Hanya dengan Rp 5 ribu, kita sudah bisa menikmati lodeh pada dini hari.

Warung yang sudah eksis lebih dari 50 tahun lalu ini masih setia menggunakan konsep berjualan ala kalong, alias buka hanya di malam hari.

Warung ini, berada tepat di samping jalan nasional. Lokasinya berada di tanah rendah.

Bentuknya warung kecil berdinding tembok di bagian depan dan dinding bambu di bagian belakang.

Kendati terlihat sederhana, setiap malam warung ini nyaris tak pernah sepi. Puluhan orang silih berganti datang.  

Warung kalong yang buka sejak 50 tahun lalu ini sempat berubah. Tapi beberapa bagian dibiarkan utuh.

Seperti bagian belakang warung hingga bagian dapur yang hingga kini masih menggunakan tungku kayu bakar.

’’Awalnya yang mendirikan nenek saya, dilanjut ibu terus ke saya, jadi sudah generasi ketiga yang melanjutkan,”  terang Nur Khotiman, 46, pemilik warung kemarin (24/10/2020)  malam.

Meski terhitung warung legendaris, warung ini hanya menjual satu menu, yakni nasi lodeh. Lodeh di warung ini memang disajikan berbeda.

Selain berisi tewel (nangka muda, Red), ada tambahan irisan tahu tempe di dalamnya. Rasa lodehnya pun khas.

’’Resepnya tetap sejak dulu, dan lodeh ini fresh karena memasaknya malam sebelum dijual. Jadi begitu matang, langsung warung buka,” lanjutnya.

Tak ada nama resmi warung yang satu ini. Hanya saja, sebagian besar orang mengenalnya sebagai warung nasi lodeh bacokan. Hal ini disebut Khotimah merujuk pada proses memasak lodeh.

’’Dulu kan bukanya malam, sekitar jam 01.00 atau jam 02.00, gelap, memasaknya juga di sini, jadi memotong sayur mentah tidak diiris lembut, tapi dibacok. Nama itu yang sampai sekarang diingat orang,” tambahnya.

Ya, warung ini memang menyasar orang-orang yang suka berburu makan di malam hari. ’’Semenjak saya pegang ini, biasanya buka mulai pukul 22.00 sampai 02.00 dini hari,” tambahnya.

Untuk menikmati seporsi nasi lodeh bacokan, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam. Seporsi nasi lodeh itu hanya dibanderol dengan harga Rp 5.000. ’’Kalau tambah lauk, jadi Rp 10.000,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP