alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Taman Makam Pahlawan Jombang, Dulu dan Kini

26 Oktober 2020, 18: 40: 17 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Foto berlatar tahun 1975 itu menggambarkan bagian pintu masuk depan TMP Jombang.

Foto berlatar tahun 1975 itu menggambarkan bagian pintu masuk depan TMP Jombang. (Humas Protokol for Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - TAMAN makam pahlawan, salah satu bangunan penting di Jombang. Banyak pejuang dimakamkan di taman makam ini. Siapa sangka, lanskap bangunan ini ternyata sempat berubah beberapa kali.

Sebuah foto, didapat Jawa Pos Radar Jombang dari arsip milik Bagian Humas Pemkab Jombang. Foto berlatar tahun 1975 itu menggambarkan bagian pintu masuk depan TMP Jombang.

Bentuknya cukup sederhana dengan bentuk tiga gapura kecil yang berdiri sejajar.

Dua gapura di kanan dan kiri. Sementara gapura ketiga terletak di tengah, diantara dua gapura lain. Fungsinya terlihat sebagai pemisah pintu masuk.

Di bawah gapura itu ada patung naga yang melilit gapura dan kepalanya menghadap arah keluar. Sementara pintu masuk ditutup dengan pagar besi dengan hiasan duri di depan.

Bangunan yang dikenal sebagai TMP itu karena bentuk nisan makam di dalam. Juga keberadaan monumen perjuangan yang terlihat bagian undakan di sisi kiri gambar.

Dari foto itu, terlihat pula pagar keliling pembatas TMP masih berbentuk sangat rendah. Keberadaan makam bisa dilihat jelas dari jalan raya.

Kondisi ini sudah jauh berbeda dengan kondisi terakhir TMP sekarang. Pintu masuk TMP berbentuk gapura dengan ketinggian lebih dari tiga meter.

Tembok keliling juga dibangun sangat tinggi. Tak banyak makam yang bisa dilihat dari arah jalan.

“Kalau dibandingkan dengan foto lama, memang terlihat sekali perbedaannya, Sudah banyak perubahan dan rehab,” terang Ahmad Rofiq Asy’ari, Kabid Taman dan Pengelolaan Sampah DLH Jombang.

Dia mengamini, sejumlah rehabilitasi memang sempat dilakukan di TMP. Salah satunya yang diingat, rehabilitasi terakhir di bawah tahun 2008.

“Karena wewenang TMP dulu di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), kemudian saat DKP bubar 2008, berganti ikut Dinas PU Cipta Karya. Jadi kalaupun ada rehab terakhir, ya sebelum itu,” lontarnya.

Meski terlihat jauh lebih megah dari bangunan di foto lama, Rofiq menyebut kondisi TMP seperti tak terurus dengan baik. Hal ini setelah pengelolaan taman makam yang sampai sekarang belum jelas setelah DKP bubar.

“Dulu di DKP ada seksi pemakaman, jadi ada petugas yang standby dan perawatan rutin. Setelah DKP bubar, kewenangannya di mana belum jelas,” imbuh dia.

Hingga kini, perawatan TMP disebut Rofiq sebatas perawatan bagian taman dan pot depan. Kurangnya petugas dan tim membuat pembagian kewenangan tidak jelas.

Sehingga bagian dalam makam tak bisa rutin diberikan perawatan. “Kalaupun ada, sifatnya insidentil, kalau kita diminta tolong baru dipotong rumputnya atau ada perawatan di bagian dalam,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP