alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Sebelum Dibunuh di Kedungcinet, Korban Masih Setor Hafalan Quran

26 Oktober 2020, 18: 13: 28 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BIKIN TRENYUH: Suasana pembongkaran jasad korban di TPU Sambongdukuh Jombang.

BIKIN TRENYUH: Suasana pembongkaran jasad korban di TPU Sambongdukuh Jombang. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Fian,12, bocah asal Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang yang menjadi korban pembunuhan temannya sendiri termasuk siswa berprestasi.

Siswa kelas VI MIN Kauman ini ikut program hafalan Quran di sekolah. ’’Paginya masih setor hafalan Quran ke gurunya. Sebelum siangnya dijemput pelaku diajak ke Kedungcinet,’’ kata Hadi Sutrisno, ayah korban, Sabtu (24/10/2020).

Korban sudah hafal tiga juz. Juz 30, juz 1 dan juz 2. ’’Dia sedang persiapan ujian juz 2,’’ bebernya. Setelah lulus ujian juz 2, dia bercita-cita meneruskan hafalan hingga khatam 30 juz.

Di sekolah, dia juga termasuk siswa berprestasi. Dia sering dikirim ikut lomba mewakili sekolah. Sabtu (24/10/2020) kemarin, mestinya dia mengikuti Olimpiade Bahasa Arab tingkat Jombang. 

Namun nasib berkata lain. Rabu (21/10/2020), dia harus tewas di tangan AHR,16, teman sekaligus tetangganya sendiri.

Hadi mengaku sudah ikhlas atas peristiwa yang dialami anaknya. Ia juga sudah memaafkan pelaku dan keluarganya. ’’Kalau untuk kekeluargaan dan meminta maaf, saya tetap menerima,” ucapnya lirih.

Namun dia berharap proses hukum tetap berjalan sebagaimama mestinya. Hal ini menurutnya penting untuk pelajaran kepada siapapun. ’’Jika anak saya benar dianiaya dan pelakunya sudah ketemu, saya lega. Tapi proses hukum harus terus berjalan,” pungkasnya.

Korban dibunuh karena pelaku kesal ditagih hutang Rp 200 ribu.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Cristian Kosasih, menjelaskan,  Rabu (21/10/2020) siang, pelaku menjemput korban di rumahnya kemudian menghampiri MAD,17.

Ketiganya lantas berboncengan tiga ke wisata Kedungcinet, Plandaan.

Tiba di lokasi, pelaku langsung menganiaya korban dengan memukul dan menendang. Setelah lemas, korban lantas diseret diceburkan ke ceruk sungai yang dalam.

Guna memastikan korban benar­-benar mati, AHR lantas beberapa kali menginjak kepala korban yang sudah di air. ”Setelah tenggelam dan hanyut, baru pelaku ini pulang bersama saksi tapi mengatakan kalau Fian tewas karena hanyut,” kata AKP Cristian.

Sampai kemarin, MAD masih ditetapkan sebagai saksi. Sedangkan AHR yang duduk dibangku SMA ditetapkan sebagai tersanga. Pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman paling berat hukuman mati.  

”Karena sudah direncanakan, dengan pelaku mengajak korban ke Kedungcinet,” tegas AKP Cristian.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP