alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Di Mojoagung dan Plandaan, Banyak Rumah Burung Hantu Kosong

26 Oktober 2020, 14: 13: 01 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ILUSTRASI: Rumah burung hantu (rubuha)

ILUSTRASI: Rumah burung hantu (rubuha) (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG -  Dinas Pertanian Jombang melakukan pengadaan 78 rumah burung hantu (rubuha) dengan pagu Rp 922 juta tahun ini. Sementara di lapangan, banyak rumah burung hantu yang dibuat tahun-tahun sebelumnya kosong. Seperti yang ditemui di Kecamatan Mojoagung dan Plandaan.

’’Jarang lihat ada burungnya, baik malam atau siang hari ya kosong. Kan sekarang burung hantu memang sudah langka. Sering ditembaki,” kata Suparman, petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung (25/10/2020).

Alhasil, program pengadaan rubuha untuk mengatasi hama tikus belum efektif. Sebab, meski sudah ada rubuha, serangan hama tikus di wilayahnya masih terjadi.

Di Desa Betek ada delapan rubuha yang berdiri tegak namun tak ada penghuninya. ’’Sudah dua tahunan. Masih baru, bisa dilihat kondisi paguponnya,” kata Suparman.

Dia tak tahu siapa yang membangun rubuha. “Yang jelas bukan petani,’’ ucapnya. Delapan unit pagupon berada di area persawahan ring road Mojoagung.

Rubuha tak dihuni burung hantu juga terpantau di wilayah Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan. ’’Jarang ada burung hantu di pagupon ini. Kalaupun ada, mungkin hanya satu ekor saja. Tapi itupun sangat jarang,” kata Abdul Rohim, salah satu petani. Sepinya burung hantu di pagupon, menurut Rohim disebabkan banyak hal.

Selain pagupon kurang layak, jumlah burung hantu juga semakin sedikit menyusul maraknya aksi perburuan. Ini membuat rubuha tak efektif mengatasi serangan hama tikus. ’’Sejak dulu tikus masih banyak, tidak ada bedanya sebelum atau setelah ada pagupon,” ucapnya.

Saat melakukan pembenihan padi, petani terpaksa harus menggunakan seng sebagai pagar pengaman. Agar bibit padi tidak diserang tikus. ’’Kadang petani juga masih sering memburu tikus pakai api dengan tabung elpiji,” pungkasnya. (mar/jif)

(jo/mar/jif/JPR)

 TOP