alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Disperta Minta Data Usulan Penerima Bantuan Bibit Pisang Diubah

26 Oktober 2020, 14: 08: 00 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ILUSTRASI: Pengadaan bibit pisang

ILUSTRASI: Pengadaan bibit pisang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Data penerima program bantuan bibit pisang senilai Rp 2,1 miliar dari Dinas Pertanian (Disperta) Jombang sampai Minggu (25/10/2020) belum jelas. Terlebih setelah Disperta meminta data usulan penerima diubah. ”Sebenarnya kami sudah melakukan pendataan. Tapi tiba-tiba ada surat pemberitahuan dari Dinas Pertanian untuk mengubah data,” kata Kepala Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Solichudin (25/10/2020).

Data baru itu sampai kini belum selesai. ’’Masih proses pendataan pengajuan bantuan oleh kelompok tani (poktan),’’ bebernya.

Pada proses pengajuan awal, pihaknya mengusulkan 3.300 bibit pisang. Sehingga seluruh petani yang mengajukan dapat semua. ”Hari Jumat minggu lalu, kami mendapat surat pemberitahuan untuk mengubah data per poktan, tidak per desa. Padahal kami sudah mengajukan sesuai kebutuhan petani, 3.300 bibit pisang untuk Desa Badang,” bebernya.

Dia tak tahu alasan dinas minta perubahan data usulan itu. ’’Saya bingung atas perubahan kebijakan Dinas Pertanian,’’ ucapnya.

 Menurutnya, apabila bantuan nanti dihitung per poktan, maka penerima bantuan tidak merata. Sehingga tidak semua petani mendapat bantuan. ”Kalau seperti ini tidak merata nantinya. Jadi ya saat ini masih dihitung kembali sama poktan penerima bantuannya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kasianto, kepala Desa/Kecamatan Bareng. Dia mengaku belum mengetahu persis berapa petani di wilayahnya yang masuk daftar penerima bantuan bibit pisang. Hanya saja, saat pengusulan, dia mengajukan bantuan sebanyak 27 ribu bibit pisang untuk delapan dusun.

Saat ini untuk penerima bantuan bibit pisang di Desa Bareng masih tahap pengajuan pengusulan. ”Pengusulannya melalui poktan. Sehingga ini masih dihitung sama poktan,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Disinggung kapan bantuan akan disalurkan, dia mengaku sampai saat ini masih menunggu koordinasi dari dinas. ”Untuk realisasinya saya kurang tahu kapan dibagikan,” katanya.

Dia juga tidak mengetahui kapan bibit pisang itu akan dibagikan. ”Nanti yang turun jumlahnya berapa kami juga tidak tahu. Masih menunggu sosialisasi lagi dari dinas terkait,” pungkas Kasianto.

Sebelumnya, Priadi, kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah petani yang masuk daftar calon penerima bantuan bibit pisang. ’’Jadi tidak bisa menghitung untuk berapa petani. Yang jelas untuk petani di Kecamatan Mojowarno, Ngoro, Bareng dan Wonosalam,’’ katanya (30/9/2020).

Empat kecamatan itu dipilih lantaran paling cocok. ’’Pisang mas kirana ini demplot (demonstrasi plot, Red) di Wonosalam dan Ngoro karena daya tumbuhnya 95 persen. Dan bisa bertahan hidup selama tiga tahun. Sementara pisang cavendis dan raja hanya 65 persen,’’ imbuhnya.

Dari rencana pengadaan sebanyak 143 ribu bibit, disebutnya masih jauh dari usulan yang diajukan kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan). ’’Kebutuhan kita malah kurang jauh, sebab 143.000 itu hanya setara 70 hektare, karena rata-rata per-hektare 2.000 bibit. Jadi jumlah usulannya jauh dari barang yang disiapkan’’ urainya.

Dia menambahkan, program bantuan bibit pisang berangkat dari usulan petani. Petani mengusulkan bantuan bibit melalui poktan. Lalu dilanjutkan ke penyuluh pertanian lapangan (PPL)  di BPP (balai penyuluh pertanian), baru kemudian ke Disperta Jombang.

Selain itu, dibentuk tim untuk proses verifikasi. ’’Akhirnya mendapat total keseluruhan itu. Misal Wonosalam itu usulnya kemarin 70 ribu, hanya bisa mengalokasikan sebesar 40 ribu,’’ imbuhnya. (yan/naz/jif).

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP