alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bapenda Optimalkan Tim Khusus

Tagih Pajak Langsung ke WP

26 Oktober 2020, 06: 30: 45 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Eksan Gunajati Kepala Bapenda Jombang berdiskusi

Eksan Gunajati Kepala Bapenda Jombang berdiskusi (istimewa)

Share this      

JOMBANG – Di tengah pandemi Covid-19, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang terus berupaya memaksilkan pendapatan sektor pajak.

Salah satunya dengan memaksimalkan tim khusus. Selain menagih pajak, tim yang turun ke lapangan juga memberikan sosialisasi kepada Wajib Pajak (WP).

Eksan Gunajati Kepala Bapenda Jombang menjelaskan, optimalisasi pajak sudah dilakukan.

JEMPUT BOLA: Tim Bapenda saat melakukan giat jemput bola ke wajib pajak.

JEMPUT BOLA: Tim Bapenda saat melakukan giat jemput bola ke wajib pajak. (istimewa)

Tentu dengan harapan WP bisa menyelesaikan kewajiban membayar pajak. Terutama saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

’’Jadi sengaja kita membuat tim khusus, yakni terdiri teman-teman yang mempunyai tugas mendekat atau jemput bola ke WP.

Kalau dulu istilahnya ngelawang,’’ kata Eksan kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, tim yang turun langsung ke WP tidak hanya melakukan penagihan, namun juga melihat kondisi mereka di lapangan. Pajak yang ditangani mencakup seluruh pajak kewenangan Bapenda Jombang.

’’Polanya berbeda dengan ngelawang yang dulu kesannya memaksa. Tetapi, tim ini polanya memberikan sosialisasi terkait sistem yang kita miliki, sehingga ada kemudahan bagi mereka untuk bisa melaksanakan kewajibannya membayar pajak,’’ imbuh dia.

Dicontohkan, pembayaran pajak kini tak hanya dilakukan secara tatap muka, namun juga melayani secara online.

’’Apalagi di masa pandemi seperti ini, ketika ada kekhawatiran dari WP untuk keluar rumah, tim yang akan turun ke sana. Tentu teman-teman yang turun sesuai dengan protokol kesehatan yang ada,’’ sambung Eksan.

Tidak hanya itu masih menurut dia, faktor lain yang mendorong pihaknya menerjunkan tim khusus ke lapangan adanya keterbatasan di daerah tertentu. Mulai fasilitas hingga jauh dari jangkauan.

’’Faktanya memang di Jombang masih ada daerah yang jaringannya tidak lancar. Kemudian daerah yang jauh, artinya jauh dari fasilitas yang ada, mulai dari kantor, jaringan dan sebagainya,’’ beber dia.

Karena itu lanjut dia, perlunya tim turun atau melakukan jemput bola ke WP. ’’Jadi kita bantu mereka supaya pajak ini bisa sesuai harapan.

Sehingga proses pembangunan di Jombang bisa lancar dan tidak terhambat karena target yang ada,’’ papar Eksan.

Tim terjun ke lapangan berdasarkan data yang ada. Yakni bagi WP yang memiliki tunggakan pajak. ’’Berangkat dari data WP yang belum melaksanakan kewajiban, kita datangi, tidak harus memaksa yang bersangkutan membayar, malah bisa jadi tidak membayar.

Tentu melalui prosedur misal, mengajukan keringanan dan sebagainya. Pada intinya kita juga melihat dan memotret kondisi mereka di lapangan seperti apa,’’ ungkap dia.

Bukan tanpa alasan, menurut Eksan, mereka yang punya tunggakan bakal terus tercatat dalam data.

’’Jadi yang perlu difahamkan, pajak ini akan menjadi piutang di saat WP tidak membayar di tahun berjalan. Semisal tahun ini tidak bayar, dan dikiranya selesai. Senampang kalau belum ada aturan lain, maka akan menjadi tunggakan,’’ tegas Eksan.

Pembayaran juga juga mendapat pengassan dari pusat. Selama ini pihaknya terus dimintai data tunggakan pajak dari pusat.

’’Sampai sekarang kami diminta laporan tunggakan mulai 2002. Apakah nanti ada kebijakan khusus dari sana, sampai sekarang belum tahu. Yang jelas data ini terus terpelihara,’’ pungkas Eksan. 

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP