alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dinas Koperasi dan UM Jombang Adakan Pelatihan kepada Pelaku Usaha

Bentuk Gerakan Pemulihan Ekonomi

26 Oktober 2020, 06: 19: 55 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERI ARAHAN: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Muntholip memberikan arahan saat pelatihan di STIE PGRI Dewantara, Jombang.

BERI ARAHAN: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Muntholip memberikan arahan saat pelatihan di STIE PGRI Dewantara, Jombang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Pemkab Jombang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang terus berupaya membangkitkan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 di Jombang. Salah satunya mengadakan pelatihan secara intensif kepada para pelaku usaha.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Muntholip menjelaksan, ada dua pelatihan yang digelar. Pertama pelatihan manajemen usaha yang bekerja sama dengan STIE PGRI Dewantara Jombang pada, (13-17/10) lalu.

”Kita menggandeng praktisi ekonomi dari STIE PGRI Jombang untuk pelatihan manajemen usaha yang meliputi pembukuan (akuntansi), efisiensi dan efektivitas SDM dan pemasaran,’’ ujar dia didampingi Aries Yuswantono Kabid Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kemarin.

BERI PENJELASAN: Didampingi Aries Yuswantono Kabid Pengembangan Usaha Mikro saat melaksanakan pelatihan di UPT Wonojati, Singosari, Malang.

BERI PENJELASAN: Didampingi Aries Yuswantono Kabid Pengembangan Usaha Mikro saat melaksanakan pelatihan di UPT Wonojati, Singosari, Malang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan pembekalan kepada pelaku usaha agar bisa melanjutkan usahanya setelah terdampak pandemi Covid-19. ”Adanya akuntansi dasar bisa membantu para pelaku usaha untuk mengelola keuangan dengan benar. SDM yang terampil akan memangkas biaya produksi yang tinggi. Dan adanya pemasaran online utamanya di masa pandemi ini, jelas membantu para pelaku usaha dalam menjual produksinya,’’ tambahnya.

Pelatihan yang kedua, bekerja sama dengan tim ahli dari UPT Wonojati, Singosari,  Malang. Pelatihan digelar mulai 19-23 Oktober. Adapun dengan materinya tentang inovasi produksi, meliputi tata cara membuat suatu produk secara efektif dan efisien dengan menggunakan alat yang sederhana, khususnya produksi makanan dan minuman.

”Juga diberikan pelatihan mengenai cara pengepakan produk makanan dan minuman yang benar, baik itu dilihat dari kesehatan maupun estetikanya. Apapun itu, makanan atau minuman yang penting pengemasannya baik, pasti akan dicari orang. Pada kesempatan itu juga diberikan bantuan hibah berupa alat pengepakan barang yang diberikan kepada asosiasi,’’ tandasnya.

Pelatihan diikuti 25 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 asosiasi pelaku UMKM baik di Jombang dan Malang. ”Kita tidak bisa melibatkan semua pelaku UMKM di Jombang karena adanya Covid-19 kita harus melakukan pembatasan,’’ pungkasnya. 

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP