alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Lahan Jagung yang Rusak karena Limbah Tahu di Jogoroto semakin Luas

24 Oktober 2020, 12: 00: 18 WIB | editor : Rojiful Mamduh

LIMBAH: Lahan jagung mengering kena limbah

LIMBAH: Lahan jagung mengering kena limbah (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Jagung yang rusak karena limbah tahu di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto semakin Luas. Sampai Jumat (23/10/2020), warga yang lapor jagungnya rusak tidak hanya dari satu dusun. ’’Sudah tiga dusun yang lapor jagungnya rusak,’’ kata Zaenal Arifin, kepala Desa Ngumpul.

Ketiga dusun itu yakni Ngembeh, Ngumpul dan Ringinpitu. Semuanya di Desa Ngumpul.

Zaenal mengatakan, kondisi jagung sama persis. Yakni kering hingga akhirnya mati. ’’Yang terdampak betul ini memang di Ngumpul, soalnya aliran sungai itu kan lewat sana,’’ imbuhnya. Lokasinya juga berdekatan dengan irigasi pertanian. ’’Punya saya sendiri kemarin juga rusak, sudah tiga kali ini,’’ bebernya. Akibatnya dia tidak bisa panen.

Kerusakan terjadi sejak awal tanam. Sehingga petani harus mengganti tanaman berkali-kali. ’’Sejak  awal tanam sudah ada yang rusak,’’ urainya.

Dia mengaku tidak tahu pasti penyebabnya. ’’Bisa karena benih yang didapat dari pertanian. Atau karena tanahnya panas kena limbah,’’ beber dia.

Selama ini saluran air disitu memang bercampur limbah. Kondisi paling terasa saat musim kemarau. ’’Kalau yang parah sampai mati baru kali ini, sedangkan sungainya campur air limbah itu sudah lama. Mugkin karena kemarau kan panas sekalian airnya kecampuran limbah,’’ ungkap Zaenal.

Kendati kerusakan menyebar di tiga dusun, sementara pihaknya belum melangkah. ’’Jadi kemarin sudah ada yang lapor lewat pesan singkat ke desa. Belum kami tindaklanjuti, mungkin mereka sendiri lapor ke PPL pertanian biar ditindaklanjuti sana,’’ terang dia.

Termasuk jagung miliknya yang rusak kata Zaenal, juga sengaja dibiarkan dan lansgung ditebangi. ’’Saya sendiri tidak berani melapor, soalnya masyarakat sini usahanya tahu semua. Jadi ya diam saja, tak kerjakan sendiri biar tidak ramai,’’ terang dia.

Meski demikian masih menurut dia, pihaknya tetap berencana melaporkan kejadian itu ke dinas terkait. Dengan harapan bisa mengetahui penyebab rusaknya jagung milik petani. ’’Ya itu tadi, apakah mungkin karena benihnya ini kurang bagus atau tanahnya kena limbah itu, saya sendiri belum tahu. Saya ini sudah tiga kali tanam,’’ pungkas Zaenal. (fid/naz/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP