alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Jadi Korban Pembunuhan, Makam Bocah Tewas di Kedungcinet Dibongkar

24 Oktober 2020, 11: 52: 07 WIB | editor : Rojiful Mamduh

OTOPSI: Proses pembongkaran makam MA

OTOPSI: Proses pembongkaran makam MA (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Makam MA, 12, di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang dibongkar polisi, Jumat (23/10/) pagi. Ini setelah bocah yang tewas di Kedungcinet Plandaan, Rabu (21/10/2020), dipastikan jadi korban pembunuhan temannya sendiri, AHR,16. ’’Makamnya dibongkar untuk otopsi karena MF tewas dibunuh,’’ kata Kapolsek Plandaan AKP Akwan.

Akwan menyebut, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kecurigaannya tertuju pada salah satu teman korban berinisial AHR, 16. Kebetulan AHR, lanjut Akwan saat itu berada di lokasi kejadian. Bahkan dia juga yang sebelumnya menjemput korban dari rumah.  ”Jadi terduga pelaku ini menjemput korban, kemudian dibawa ke sana (Kedungcinet, Red) bersama satu temannya yang lain,” imbuhnya. Saat ini AHR, sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. ”Kasusnya ditangani unit PPA Polres Jombang,” singkat Akwan.

Sejak pagi petugas forensik sudah tiba di area pemakaman umum Desa Sambungdukuh, Kecamatan Jombang. Polisi mendirikan tenda khusus di samping makam MA. Petugas juga memasang garis polisi di sekeliling makam korban.

Sekitar pukul 09.00, sejumlah petugas kemudian membongkar makam. Proses pembongkaran berlangsung tertutup.

Kepala Desa Sambongdukuh, Khairur Roziqin menambahkan, kegiatan pembongkaran makam harus dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Pasalnya, ada dugaan kematian salah satu warganya itu bukan murni tenggelam, melainkan mengarah tindak kekerasan. ”Sebelumnya memang keluarga sudah mengutarakan adanya kejanggalan,” lanjutnya.

Kejanggalannya, pernyataan saksi yang juga teman korban yang tak bersesuaian dan berbelit-belit. ”Keluarga curiga, kemudian polisi melakukan penyelidikan,” lontarnya.

Ayah korban, Hadi Sutrisno, 42, menyebut, sejak awal sudah curiga. ”Semenjak anak saya hilang itu kan dua temannya ini tidak muncul, keluarganya juga tidak ke rumah,” ucapnya.

Kecurigaannya semakin menguat, setelah mengetahui ada beberapa bekas luka pada tubuh anaknya ketika akan dimandikan. ”Ada luka lebam begitu, tapi kan kita tidak mengerti apakah itu karena terbentur batu, atau dipukul. Akhirnya kita mintakan visum luar ke rumah sakit, sembari polisi memeriksa saksi,” tambahnya.

Pengungkapan kasus ini tergolong sangat cepat. Rabu (21/10) korban meninggal, Jumat (23/10) polisi sudah berhasil menemukan titik terang. (riz/naz/jif)

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP