alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Diduga Tercemar Limbah Tahu, Tanaman Jagung Petani Jogoroto Mengering

23 Oktober 2020, 15: 20: 42 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tanaman jagung petani Jogoroto mengering

Tanaman jagung petani Jogoroto mengering (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Petani jagung di Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto terancam gagal panen. Tanaman mereka mengering. Diduga akibat air irigasi sawah tercemar limbah pabrik tahu. ’’Setelah kena air limbah pabrik tahu, tanaman jagung menjadi kering dan membusuk,’’ kata Siti Muazzah, salah satu petani Kamis (22/10/2020).

Dia menanam jagung di lahan seluas 5.600 meter persegi. Sejak dua pekan lalu, sebagian besar tanaman jagungnya tiba-tiba layu, mengering dan mati. ’’Biasanya normal, setelah air irigasi dimasuki limbah tahu jadinya begini,’’ bebernya sembari memperlihatkan kondisi jagung yang rusak.

Dia menduga air irigasi yang masuk ke lahannya tercemar limbah pabrik tahu. ’’Sudah jelas penyebabnya ini dari pengairan, di situ airnya campur dengan limbah pabrik tahu,’’ imbuhnya.

Sebagian lahan jagung milik petani lainnya juga rusak. Sedikitnya ada lima petak sawah milik petani rusak parah. Lokasi jagung yang rusak sama,  berada di dekat saluran irigasi.

’’Yang kering ini semua lahan jagungnya dekat irigasi. Begitu ada air irigasi yang sudah campur limbah itu mengalir, jagung yang depan ini jadi layu lalu kering,’’ terangnya lagi sembari kembali memperlihatkan jagungnya.

Kondisi itu membuatnya terancam rugi. Kondisi tanaman jagung tak karuan. Bagian daun, batang hingga buah jagung yang sudah muncul ikut rusak. Padahal tanaman itu berusia dua bulan. Sebulan lagi akan masuk waktu panen. ’’Milik Pak Manaf, Kholik, dan Pak Khoirul itu yang parah,’’ sebutnya sembari menunjuk lahan jagung petani lainnya.

Karena musim kemarau, selama ini saluran irigasi tidak setiap hari teraliri air. Hanya pada waktu tertentu atau sesuai dengan jadwal pembagian air. ’’Musim kemarau ini paling kelihatan kalau airnya ini sudah tercemar limbah. Karena irigasi ini airnya dari sungai, sementara sungai itu airnya juga tercemar limbah pabrik tahu,’’ beber wanita usia 50 tahun ini.

Dia khawatir tahun ini bakal gagal panen. Pasalnya, tanaman kering menyebabkan jagung tak bisa tumbuh alias mati. ’’Harapan bisa panen sudah tidak ada, jelas tahun ini tidak bisa. Sebagian tanaman jagung juga sudah ditebang,’’ terangnya.

Dia berharap pemkab serius mengatasi persoalan dugaan pencemaran limbah industri pabrik tahu. ’’Tolong masalah limbah ini segera diatasi, istilahnya pabrik tahu ini kok diboti yang katanya bisa menghidupi orang banyak. Tetapi dampaknya tidak difikirkan, malah jadi merusak lingkungan. Kalau sekarang sudah seperti ini bagaimana dengan anak cucu kita nanti,’’ ungkapnya.

Zainal Arifin, kades Ngumpul belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan selulernya, terdengar nada sambung masuk tetapi tidak direspons. Begitu pula melalui pesan singkat, belum ada jawaban.

Terpisah, Nunik Hidayati, camat Jogoroto, mengaku belum mengetahui persoalan itu. Dia mengaku belum menerima laporan. ’’Sampai hari ini (kemarin, Red) saya belum mendapat laporan. Akan kita koordinasikan ke kepala desa dulu,’’ pungkas Nunik saat dikonfirmasi. (fid/naz/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP