alexametrics
Selasa, 01 Dec 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Tiga Keistimewaan Kelahiran Nabi Muhammad

20 Oktober 2020, 08: 54: 37 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KH Khairil Anam Denanyar

KH Khairil Anam Denanyar (ROJIFUL MAMDUH//JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (19/10/2020), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan keutamaan bulan Rabiul Awwal. ’’Bulan Rabiul Awwal tidak termasuk bulan mulia, namun menjadi mulia karena di dalam bulan itu lahir manusia mulia,’’ tuturnya.

Dalam QS Attaubah 36, disebutkan empat bulan mulia. Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Rabiul Awwal tidak termasuk di dalamnya. Namun karena Rasulullah Muhammad SAW lahir pada bulan itu, maka Rabiul Awwal pun ikut menjadi bulan mulia. ’’ Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang super istimewa,’’ tegasnya.

Nah, segala sesuatu yang berkaitan dengan yang istimewa, maka akan menjadi istimewa. ’’Ketika seseorang menjadi presiden, tentu yang istimewa tidak hanya dirinya, melainkan istrinya, anaknya, menantunya,  saudaranya, dan cucunya. Semua menjadi istimewa,’’ tegasnya.

Demikian juga dengan sosok Nabi Muhammad SAW, semua yang berkaitan dengan beliau menjadi istimewa. Gus Anam lantas merincinya menjadi tiga.

Pertama, lahirnya Nabi Muhammad istimewa. Karena merupakan nikmat terbesar bagi umat. Sebagaimana maqolah Imam Suyuti bahwa nikmat terbesar bagi umat adalah lahirnya Nabi Muhammad. Dalam hadits qudsi Allah menegaskan; seandainya bukan karena kamu wahai Muhammad maka tidak Aku ciptakan langit dan bumi.

’’Jadi kita ada karena adanya Nabi Muhammad. Alam semesta ada, juga karena adanya Nabi Muhammad,’’ urainya

Kedua, hari kelahiran Nabi Muhammad juga istimewa. ’’Siapa yang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW akan mendapat syafaat di akherat,’’ jelasnya. Abu Lahab orang kafir yang habis-habisan memusuhi Nabi. Kelak dia akan masuk neraka sebagaimana disebut dalam QS Al Lahab. Namun setiap siksanya diliburkan. Karena ia pernah meluapkan rasa gembira atas lahirnya Nabi Muhammad yang tak lain adalah keponakannya sendiri. Sampai-sampai budaknya, Tsuwaibah Al Aslamiyah, dia merdekakan karena saking gembiranya menyambut lahirnya Nabi Muhammad. ’’Kalau yang kafir saja mendapat keringanan siksa karena merasa gembira atas lahirnya Nabi Muhammad,  apalagi jika yang merasa gembira itu umat Islam sendiri,’’ tandasnya. Bisa jadi keringanan siksa itu tidak hanya hari Senin, tapi seminggu siksanya libur semua.

Ketiga, penyebutan nama Nabi Muhammad juga istimewa. Nabi Adam AS selama 40 tahun taubatnya tidak diterima Allah, namun setelah beliau menyebut nama Nabi Muhammad lewat ucapan Laa ilaaha illallah Muhammadurrosulullah, Allah menerima taubatnya. Begitu pula ketika Nabi Adam menikah dengan Hawa, maharnya adalah menyebut nama Nabi Muhammad dengan membaca salawat. ’’Dan istimewanya lagi yang bersalawat kepada Nabi Muhammad itu tidak hanya manusia, tetapi Allah dan para malaikat juga bersalawat kepada Nabi Muhammad,’’ urainya seraya mengutip QS Al Ahzab 56. (jif)

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP