alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Calon Penerima Bantuan Bibit Pisang Disperta Rp 2,1 Miliar Masih Gelap

17 Oktober 2020, 14: 24: 52 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ILUSTRASI: Pengadaan bibit pisang

ILUSTRASI: Pengadaan bibit pisang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Bantuan bibit pisang dari Dinas Pertanian Rp 2,1 Miliar rencananya diberikan di empat kecamatan. Mojowarno, Ngoro, Bareng dan Wonosalam. Namun sampai Jumat (16/10/2020), para camat di wilayah itu belum tahu siapa saja penerimanya.

’’Bakal ditanam di lokasi mana, termasuk berapa jumlahnya kami belum tahu,’’ kata Camat Ngoro, Ida Khumaida.

Namun dia mengaku sudah mendapat informasi akan adanya sosialisasi.  ’’Sudah ada jadwalnya, Ngoro kebagian Senin depan ini sosialisasinya,’’ imbuhnya.

Arief Hidajat, camat Mojowarno juga mengaku belum mengetahui banyak tentang bantuan bibit pisang yang rencana disalurkan di wilayahnya. ’’Jadi hanya dapat informasi, Kecamatan Mojowarno kemarin dapat, baru itu saja. Untuk sosialisasinya ini yang belum ada,” terangnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang (Jumat (16/10/2020).

Informasi rencana bantuan itu, lanjut Arief didapatnya dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) di wilayahnya. ”Untuk surat resmi belum ada. Saya sendiri belum tahu jumlah dan berapa arealnya. Mungkin masih di pertanian dan PPL,” singkat Arief (16/10) kemarin.

Senada Usman Camat Bareng juga belum mengetahui banyak tentang rencana penyaluran bantuan bibit pisang ke wilayahnya. Sebab, hingga kini belum ada surat resmi yang turun ke kecamatan. ”Sementara menunggu surat resmi dari dinas terkait. Sebab informasinya bakal ada sosialiasi yang dilaksanakan di kantor kecamatan,” terangnya.

Pihaknya pun sempat menanyakan kepada petugas PPL terkait itu. ”Setelah saya konfirmasi ke PPL, sebenarnya surat sudah turun, tetapi belum sampai ke kecamatan,’’ kata Usman.

Dari informasi yang dia terima, dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi di kantor kecamatan. ”Rencananya 22 Oktober nanti. Ini baru lewat Whatsapp, secara fisiknya belum kami terima. Kemungkinan Senin suratnya masuk,’’ terang dia.

Karena belum ada sosialiasi, Usman sendiri belum mengetahui persis bantuan bibit pisang nantinya disalurkan kepada siapa termasuk jatah bibit yang di-plot untuk wilayahnya. ’’Termasuk berapa ini saya belum tahu. Kemungkinan pas sosialisasi akan disampaikan,’’ pungkas Usman.

Sebelumnya, Priadi Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang belum bisa memastikan berapa jumlah petani yang masuk daftar calon penerima bantuan bibit pisang. ’’Jadi tidak bisa menghitung untuk berapa petani. Yang jelas untuk petani di Kecamatan Mojowarno, Ngoro, Bareng dan Wonosalam,’’ kata Priadi Kadisperta Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang, (30/9/2020).

Dipilihnya empat kecamatan itu lantaran beberapa alasan. ’’Pisang mas kirana ini demplot (demonstrasi plot, Red) di Wonosalam dan Ngoro karena daya tumbuhnya 95 persen. Dan bisa bertahan hidup selama tiga tahun, sementara pisang kafendis dan raja hanya 65 persen,’’ imbuhnya.

Dari rencana pengadaan sebanyak 143 ribu bibit, disebutnya masih jauh dari usulan yang diajukan kelompok tani (poktan)/gabungan kelompok tani (gapoktan). ’’Kebutuhan kita malah kurang jauh, sebab 143.000 itu hanya setara 70 hektare, karena rata-rata per-hektare 2.000 bibit. Jadi jumlah usulannya jauh dari barang yang disiapkan’’ sebut dia.

Dia menambahkan, program bantuan bibit pisang berangkat dari usulan petani. Petani mengusulkan bantuan bibit melalui poktan. Dari selanjutnya dilanjutkan ke penyuluh pertanian lapangan (PPL)  di BPP (balai penyuluh pertanian), baru kemudian dilanjutkan ke Disperta Jombang.

Selain itu, dibentuk tim untuk proses verifikasi. ’’Akhirnya mendapat total keseluruhan itu. Misal Wonosalam itu usulnya kemarin 70 ribu, hanya bisa mengalokasikan sebesar 40 ribu. Dengan catatan nanti lelang berhasil,’’ imbuh dia.

Program bantuan bibit pisang nanti juga bekerja sama dengan pihak lain. ’’Untuk Bareng dan Wonosalam kerja sama dengan PT SSN, sementara Ngoro dan Mojowarno kerja sama dengan Koperasi Inti Mandiri. Ketika sudah berhasil, masyarakat dibimbing sertifikat pisang mas itu,’’ beber Priadi. (naz/naz/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP