alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Politisi PKS Pelototi Pengadaan Pupuk Organik Cair Rp 4,6 Miliar

17 Oktober 2020, 14: 18: 32 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ILUSTRASI: Lelang pupuk cair

ILUSTRASI: Lelang pupuk cair (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Politisi PKS yang duduk di Komisi B DPRD Jombang, Rohmad Abidin, menilai proyek pengadaan pupuk organik cair senilai Rp 4,6 miliar dipaksakan. Proyek Dinas Pertanian (Disperta) ini batal masuk dalam pembahasan APBD 2020 akhir tahun lalu. Namun didok dalam perubahan APBD pertengahan tahun ini. ’’Karena itu pelaksanaannya di lapangan harus benar-benar kita awasi,’’ ucapnya, Jumat (16/10/2020).

Rohmad menyebut legislatif belum mengetahui seperti apa mekanisme pengadaan pupuk organik cair. ”Secara kebijakan legislatif menyetujui, secara teknis dinas yang melaksanakan. Tinggal pengawasan saja, dalam waktu dekat kami usulkan memanggil kepala dinas atau PPK. Untuk menjelaskan seperti apa mekanisme pengadaannya,” ujar Rohmad.

Termasuk bagaimana dengan proses pengadaan, hingga penyaluran pupuk organik cair ke petani sasaran. ”Pengadaannya seperti apa, nanti akan dipanggil kepala dinasnya,” ucap Rohmad.

Jika memang pengadaan menggunakan metode e-katalog, Rohmad menyebut dalam prosesnya dinas terkait sudah tidak perlu melibatkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. ”Tinggal diawasi saja, terutama harga di e-katalog. Yang kami tahu, harga pupuk organik cair di pasaran kisaran Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribuan per liter. Maka perlu pengawasan, karena volume pupuk yang dibutuhkan 40 ribu liter,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proses pengadaan pupuk organik cair senilai Rp 4,6 miliar saat ini tengah berjalan di Disperta Jombang. Pupuk ini akan diberikan kepada 489 kelompok tani, dengan luasan lahan mencapai 985,4 hektare.

Sebelumnya, Sekretaris Disperta Jombang Supriyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada penyedia yang dipilih dalam pengadaan barang ini. Meskipun, di jadwal tertulis pemilihan penyedia dilakukan September. ”Masih belum klik penyedia,” katanya, Rabu (14/10) lalu.

Bersumber dari P-APBD 2020, mekanisme pembelanjaan proyek ini melalui e-purchasing atau pembelian melalui sistem katalog elektronik. Supriyanto menyebut pupuk ini akan disalurkan kepada poktan/gapoktan yang sudah mengajukan permohonan sebelumnya.

Volume pupuk organik cair yang dibeli mencapai 49.027 liter. Jika dibagi rata, per hektare lahan akan menerima jatah kurang lebih 5 liter. ”489 poktan ini tersebar 21 kecamatan. Pada musim penghujan nanti, mayoritas menanam padi,” imbuh Supri. (mar/naz/jif)

(jo/mar/jif/JPR)

 TOP