alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kesulitan Material, Proyek Sentra IKM Sumobito Rp 1,5 Miliar Mandeg

17 Oktober 2020, 13: 27: 13 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pengurukan abu alumunium

Pengurukan abu alumunium (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Proyek pematangan lahan sentra IKM slag aluminium Rp 1,5 miliar di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito terancam molor. Ini setelah CV Bintang Sakti Utama Madiun selaku pemenang tender menghentikan pekerjaan. ”Memang ini tadi mandeg. Keterangan dari rekanan untuk sementara pekerjaan berhenti karena keterbatasan material proyek,” terang Camat Sumobito, Mustaghfirin, Jumat (16/10/2020). 

Karena dikejar waktu, pihak rekanan sudah mencari lokasi baru untuk pengambailan material uruk. ’’’Libur karena spek sirtu yang diminta konsultan sudah habis di galian. Sekarang masih cari di tempat yang lain,’’ imbuhnya.

Disinggung adakah kaitannya penolakan warga sebelumnya, Mustaghfirin menegaskan tidak ada. ”Jadi setelah dilakukan pertemuan, Rabu (14/10) kemarin pengurukan sudah mulai. Dari pelaksana Rabu sudah mendatangkan alat-alatnya,’’ kata Mustaghfirin.

Pantauan di lokasi Rabu lalu, terdapat satu alat berat berada di lokasi. Yakni satu unit buldoser beserta operator. Alat itu tengah difungsikan meratakan tanah uruk.

Lokasinya berada di belakang salah satu tempat produksi abu aluminium warga setempat. Sekira setengah jam di lokasi, tak nampak aktivitas lalu lalang kendaraan pengangkut tanah uruk.

Terpisah Abdul Hamid Kades Bakalan membenarkan tentang mandeknya kegiatan pengurukan di lokasi. ’’’Kemarin sudah dimulai ada beberapa rit, saya cek kok sekarang sepi tidak ada,’’ kata Hamid.

Dia sendiri tak mengetahui persis alasan kembali mandeknya kegiatan. Namun dia memastikan bukan disebakan protes warga. ”Saya sendiri kurang tahu, mungkin masih musyawarah dengan bosnya. Soalnya yang kemarin itu pelaksananya,’’ terang dia.

Sebelumnya, proyek pengurukan lahan sentra IKM pengolahan slag aluminium di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito tak berjalan lancar. Menyusul aksi warga menghentikan truk yang mengangkut material urukan ke lokasi (29/9). ’’Jadi tadi (kemarin, Red) saya sudah ke lokasi, sebenarnya kemarin (Selasa, Red) sudah dimulai. Ternyata hari ini mereka libur,’’ kata Mustaghfirin (30/9), kemarin.

Mandeknya aktivitas itu lanjut dia, lantaran sampai saat ini belum ada kesepakatan terkait penanggung jawab dampak pekerjaan yang ditimbulkan. ’’Jadi masalahnya itu warga masyarakat belum ada titik temu tentang dampak lingkungan. Mulai jalan rusak dan sebagainya, belum ada keputusan siapa yang bertanggung jawab,’’ imbuh dia.

Dalam perjalanannya lanjut dia, pihak rekanan sudah mulai melakukan pengurukan akhirnya dihentikan warga. ’’Tahu-tahu Selasa (29/9) itu sudah mendatangkan alat dan beberapa truk bawa tanah uruk,’’ ungkap Mustaghfirin.

Data yang dihimpun, proyek proyek pematangan lahan sentra IKM pengolahan slag aluminium di Desa Bakalan dianggarkan dari APBD sebanyak Rp 1,5 miliar.

Dalam proses lelang, CV Bintang Sakti Utama yang beralamat di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun keluar sebagai pemenang dengan terkoreksi Rp 941.818.114.

Anehnya, meski proses lelang sudah selesai, pada kolom pemenang berkontrak masih kosong. Sesuai jadwal, batas akhir penandatanganan kontrak dilakukan 30 Agustus lalu. (fid/naz/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP