alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Covid-19 Renggut 94 Nyawa, 121 SMP Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

17 Oktober 2020, 12: 15: 56 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ILUSTRASI: Pembelajaran tatap muka

ILUSTRASI: Pembelajaran tatap muka (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Angka kematian Covid-19 di Jombang tertinggi ketujuh di Jatim. Sampai Jumat (16/10/2020) sudah 94 yang mati. Namun ini tidak menghalangi keinginan orang tua siswa SMP untuk pembelajaran tatap muka. ’’Dari survei yang dilakukan, mayoritas orang tua siswa SMP setuju pembelajaran tatap muka,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Agus Purnomo.

Dari angket yang disebar, ada 121 SMP negeri dan swasta yang siap. Sedangkan tujuh SMP menyatakan tidak siap.

Hasil rekapitulasi angket total ada 128 SMP negeri dan swasta yang sudah mengisi. ”Jadi ada tujuh sekolah yang menyatakan belum siap menjalankan tatap muka,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Tujuh SMP itu meliputi SMP Darul Ulum Tapen, SMPN 2 Plandaan, SMP Islam Terpadu Ihsanniat Ngoro, SMP Muhammadiyah 4 Kesamben, SMP Nur Muhammad Mojoagung, SMP Muhammadiyah 5 Bareng, SMP Sawunggaling Jombang. ”Lainnya menyatakan siap,’’ tambahnya.

Ditanya alasan sekolah yang belum siap melakukan tatap muka, ia menyebut ada beberapa faktor. Diantaranya, sarana dan prasana protokol kesehatan yang belum bisa dipenuhi pihak sekolah. Termasuk tingkat prosentase izin dari orang tua yang didominasi tidak setuju. 

Dalam survei itu pihaknya juga menanyakan kesiapannya bila Jombang nanti sudah disetujui pembelajaran tatap muka. Diantaranya, menanyakan mengisi daftar periksa pada laman dapodik, sarana prasarana protokol kesehatan, izin orang tua, dan kesiapan kepala sekolah.  ”Dari data yang kami terima, ada tujuh sekolah yang menyatakan belum siap,’’ tegasnya.

Dijelaskan, ada beberapa sekolah yang memang belum memiliki sarana prasarana lengkap sebagaimana ketentuan protokol kesehatan. Diantaranya, SMP Islam Terpadu Ihsaniat Ngoro, SMP Muhammadiyah 4 Kesamben dan SMP Muhammadiyah 5 Bareng. ”Sebagian lainnya siap,’’ papar dia.

Begitu juga disinggung mengenai hasil angket persetujuan orang tua siswa, Agus menyebut sebagian besar menyampaikan setuju. Misalnya SMPN 1 Tembelang 81 persen setuju dan 19 persen tidak setuju, SMPN 1 Sumobito sebanyak 93 persen setuju dan hanya 3 persen tidak setuju, SMPN 2 Ploso juga demikian sebanyak 96 persen siap dan 4 persen belum siap. ”Rata rata yang setuju di atas 50 persen,’’ papar Agus.

Dia juga menyampaikan, ada satu sekolah yang hasil prosentase surveinya mendominasi belum setuju. Diantaranya, SMP Kristen Petra dengan prosentase 15 persen setuju dan 85 persen belum setuju. ”Data ini hanya sebagai acuan kita ketika nanti sudah diperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap muka,’’ paparnya lagi.

Agus menegaskan, kegiatan pembelajaran tatap muka belum dimulai bila Jombang belum berubah menjadi zona kuning. ”Kita tetap mengacu SKB 4 Menteri, kalau masih zona orange belum kita mulai,’’ pungkas mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang ini. (ang/bin/jif)

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP