alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri
Masjid Baiturrohman Bugasurkedaleman Gudo

Dibangun 1989 Khas Arsitektur Jawa

16 Oktober 2020, 17: 38: 40 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BEDA TAPI SAMA: Masjid Baiturrohman ini memiliki dua kubah.

BEDA TAPI SAMA: Masjid Baiturrohman ini memiliki dua kubah. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Masjid Baiturrohman di Dusun/Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo, kabupaten Jombang merupakan salah satu masjid yang mengusung model arsitek Jawa.

Masjid ini mempunyai dua kubah, yakni berbentuk tumpang dua dan berbentuk bulat.

Dari kejauhan, keberadaan masjid ini tak terlihat jelas. Ketinggian masjid juga terbilang rendah ala masjid zaman dulu.

Maklum, masjid yang dibangun 1989 ini sudah kali kedua renovasi. Meski begitu, masjid ini cukup mudah dicari karena letaknya yang berada di pinggir jalan.

”Konsep masjid ini adat Jawa, modelnya sama seperti Masjid Demak,” ujar Ibnu Khotob bendahara takmir Masjid Baiturrohman yang ditemui beberapa hari kemarin.

Kesan masjid zaman dulu masih sangat terasa begitu masuk teras depan.

Tidak hanya lantainya yang berukuran kecil. Daun jendela dan pintu masjid juga menggunakan kayu jati model dulu.

”Jadi masjid ini mempunyai dua trap yakni serambi dan ruang utama,” bebernya.

Dikatakan, masjid berwarna hijau ini sudah dua kali direnovasi. Yang pertama, renovasi dilakukan untuk mengganti atap dan memberi kubah.

”Kemudian dua tahun  lalu, menambah ruangan di belakang masjid,” bebernya lagi.

Masjid Baiturrohman berdiri di area seluas 200 M2. Tak heran, masjid ini bisa menampung ratusan jamaah. Terlebih masjid juga memiliki teras cukup luas ”Biasanya kalau salat Idul Fitri masjid penuh, bisa mencapai ratusan orang,” pungkas Ibnu.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP