alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Kirim Empat Pesepatu Roda Ikut Kejuaraan di Yogyakarta

16 Oktober 2020, 17: 34: 14 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KESEIMBANGAN: Zafran latihan lari dengan membawa cone dipunggung

KESEIMBANGAN: Zafran latihan lari dengan membawa cone dipunggung (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Empat pesepatu roda dari klub Joins bersiap mengikuti kejuaraan terbuka di Yogyakarta, 24-25 Oktober. Kejuaraan ditujukan untuk pemula dan junior.

”Saya memang meminta orang tuanya agar mengikutkan dengan tujuan mengasah mental,’’ kata Dita Lasmaretha, pelatih klub Joins, Kamis (15/10/2020).

Dari empat atlet yang dikirim, dua di antaranya dua bersaudara yang masih duduk di bangku TK. ”Masih TK tapi keberanian dan kepercayaan diri keduanya tinggi.

Kebetulan mereka ini saudara kembar,” bebernya.

Meski begitu, karena kurang pengalaman mengikuti kejuaraan, di sana nanti mental mereka akan diuji.

”Karena bisa saja, di sini mereka sangat berani dan percaya diri, tapi saat di sana nyalinya menciut melihat peserta lain. Karenanya saya katakan, ikut untuk menguji mentalnya,” tambahnya.

Menurutnya mental sangat berpengaruh pada performa pesepatu roda di lapangan. Bisa jadi yang sebelumnya sangat lihai berlari, menjadi sering jatuh karena tak percaya diri.

”Mumpung ini untuk junior dan pemula. Makanya banyak yang saya sarankan untuk ikut,” tambahnya.

Ada dua kategori kejuaraan untuk pemula. ”Khusus usia 4-7 tahun yang baru belajar sepatu roda kurang dari enam bulan,” imbuhnya. Sedangkan untuk junior usia 8-12 tahun.

”Kategori yang dilombakan sama, yaitu skate cross, atau hanya balap lari,” terangnya.

Untuk mempersiapkan atletnya, salah satu menu latihan yang diberikan Dita, yakni teknik lari.

Seperti kegiatan latihan yang diberikan kepada Zafran, salah satu anak didiknya yang akan ikut kejuaran. Mulai start, teknik lari, hingga menjaga keseimbangan dengan membiarkan atlet lari menunduk dengan membawa cone di punggugnya.

”Ini rata-rata baru pengalaman pertama. Jadi saya beri gambaran, di sana nanti seperti apa,” tambahnya.

Kejuaraan ini akan diikuti dengan biaya mandiri. Sepatu roda yang bisa dikatakan sebagai olahraga kalangan menengah ke atas membutuhkan dukungan penuh dari orang tua.

”Dukungan orang tua yang sangat utama, bukan semua orang mampu banget, tapi rata-rata,” imbuhnya.

Disebutkan, harga alat yang dibawa, seperti sepatu roda sudah jutaan, biaya pendaftarannya Rp 100 ribu per peserta.

”Kalau untuk kejuaraan nasional yang lebih senior bisa sampai Rp 250 ribu per orang,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP