alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Penawar Terendah Pertama Lelang Bibit Pisang Disperta Digugurkan Pokja

16 Oktober 2020, 13: 11: 10 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ILUSTRASI: Lelang bibit pisang

ILUSTRASI: Lelang bibit pisang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pemenang lelang pengadaan bibit pisang mas kirana Dinas Pertanian (Disperta) senilai Rp 2,1 miliar Jombang akhirnya diumumkan, Kamis (15/10/2020). CV Awang Putra Abadi yang menawar terendah gagal jadi pemenang. Penyebabnya, karena tidak hadir saat dipanggil untuk klarifikasi penawaran sehingga dianggap mengundurkan diri.

Panitia lelang menetapkan CV Duta Daud sebagai pemenang tender.

Pantauan di laman LPSE Jombang Kamis (15/10) siang. Pada kolom tahap tender saat ini tertulis tidak ada jadwal. Pada kolom hasil evaluasi, tercantum terpampang nama-nama empat CV yang masuk kolom penawaran terkoreksi.

Masing-masing secara berurutan dari daftar urutan nilai penawaran terendah CV Awang Putra Abadi dengan nilai penawaran terkoreksi Rp 1.554.560.463, CV Duta Daud Rp 1.799.279.660, CV Qaisara Mitra Perkasa Rp 1.958.039.630, CV Ma'rifah Balqis Rp 2.116.799.600.

Berbeda dengan tiga CV lainnya, pada kolom CV Duta Daud terdapat tanda bintang warna kuning yang menunjukkan statusnya sebagai pemenang tender. Sementara pada kolom CV Awang Putra Abadi terdapat keterangan tidak hadir pada undangan pembuktian kualifikasi.

Pada kolom pemenang, tim pokja juga sudah mengumumkan nama CV Duta Daud. Perusahaan ini beralamat di Jl Medayu Utara Gg 27 nomor 9 Kota Surabaya. Tim pokja juga mencantum besaran harga penawaran, terkoreksi dan negosiasi yang masing-masing besarannya sama Rp 1.799.279.660.

Saat dikonfirmasi, Sona Syamsudin, anggota Tim Pokja 2 Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang menyebut sudah berhasil menetapkan pemenang lelang proyek pengadaan bibit pisang mas kirana. ’’Jadi sudah ditetapkan pemenang dan diumumkan,’’ kata Sona kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan tim pokja, penawar terendah kedua atau CV Duta Daud ditetapkan menjadi pemenang tender. ’’Secara evaluasi, karena pokja ini hanya melakukan administrasi, dari empat penawar yang lolos, CV Duta Daud secara harga lebih baik dari dua penawar lainnya,’’ imbuh dia.

Dia menambahkan, dari hasil evaluasi, semula muncul empat penawar yang masuk nominasi. Masing-masing yakni CV Awang Putra Abadi dengan penawaran paling rendah. Kedua CV Duta Daud, lalu ketiga CV Qaisara Mitra Perkasa, dan keempat CV Marifah Balqis.

Dalam perjalanannya, usai pihaknya melakukan evaluasi dan terjun ke lapangan pada 9 Oktober lalu, satu penawar mengundurkan diri. Yakni CV Awang Putera Abadi. ’’Saat itu kita panggil dan kita undang 12 Oktober tetapi tidak datang,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah berusaha menghubungi via sambungan telepon termasuk berkirim surat. ”Sudah kami telepon, dan berkirim surat melalui Email. Alasannya kaitannya ekspedisi, mereka kena kenaikan harga,’’ terang Sona.

Akhirnya lanjut dia, tim pokja menggugurkan rekanan itu. ’’Jadi kita tidak mau tahu alasannya karena apa, akhirnya kita gugurkan,’’ beber dia.

Sehingga lanjut dia, menyisakan tiga penawar. ’’Kita evaluasi lagi, secara harga CV Duta Daud ini penawarannya lebih rendah. Akhirnya yang jadi pemenang CV Duta Daud,’’ beber dia lagi.

Meski begitu lanjut Sona, dua rekanan itu, yakni CV Qaisara Mitra Perkasa dan CV Marifah Balqis kini masuk cadangan. ’’Jadi masing-masing menjadi cadangan 1 dan cadangan 2,” bebernya.

Ditambahkan, fungsi cadangan, ketika pemenang tidak jadi berkontrak dengan PPK (pejabat pembuat komitmen) karena alasan suatu hal atau teknis, maka turun ke dua cadangan itu. ”Sehingga nanti tidak perlu evaluasi lagi,’’ terang Sona.

Tidak hanya terkait harga, menurut Sona menilik persyaratan yang ada, CV Duta Daud juga lulus. Di antaranya mendapat determinasi atau dukungan dan jaminan dari Dinas Pertanian Jawa Timur UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Holtikultura. ’’Jadi dia(CV Duta Daud, red) ini sudah punya dukungan atau determinasi dengan pertanian Jawa Timur,’’ ungkap dia.

Disebutkan, dari sembilan penawar, terdapat tujuh penawar yang mengantongi determinasi. ’’Sedangkan 3 penawar tidak menyertakan determinasi, sehingga gugur,’’ pungkas Sona. (fid/naz/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP