alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Bahaya Sombong, Rakus dan Dengki

16 Oktober 2020, 08: 05: 15 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KH Fahmi Amrullah Hadzik

KH Fahmi Amrullah Hadzik (ROJIFUL MAMDUH//JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (15/10), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadzik menjelaskan pesan Malik bin Dinar. ’’Agar anda termasuk kaum mukminin, cegahlah tiga sikap dengan tiga cara. Cegahlah sikap sombong dengan tawaduk, cegahlah sikap rakus dengan qanaah dan cegahlah sikap dengki dengan menerima nasehat,’’ tuturnya.

Manusia harus menolak tiga perkara yang dicela dengan tiga perkara yang dipuji. Sebab setiap perkara yang jelek hanya bisa dihapus dengan perkara yang baik. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Hud 114. Sesungguhnya amal perbuatan yang baik dapat menghapuskan dosa perbuatan jelek.

Pertama, sombong harus dicegah dengan tawaduk. Yang pertama kali sombong yakni iblis. Ketika menolak perintah sujud kepada Adam dengan alasan lebih mulia. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al Araf 12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu?" Iblis menjawab "Saya lebih baik darinya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".  

Orang yang sombong berarti mewarisi sifat iblis. Sehingga jauh dari sifat orang beriman. Sombong ibarat asap, membumbung tinggi namun akhirnya hilang. Apapun yang kita sombongkan, kelak dikuburan tidak akan ada artinya. Apapun yang kita sombongkan, kelak tak akan bisa menyelamatkan dari siksa neraka.

Kesombongan membuat seseorang memandang dirinya sendiri dengan pandangan mulia. Serta memandang orang lain dengan pandangan rendah.

Kebalikan sombong adalah tawaduk. Orang tawaduk merendahkan diri, namun mulia dihadapan Allah SWT. Seperti bulan yang dilihat di air. Ia terlihat kecil dan di bawah, namun aslinya besar dan di atas.

Kedua, rakus harus dicegah dengan qanaah. Rakus adalah merasa tidak puas dengan apa yang ada. Sedangkan qanaah adalah rida atas segala yang ada.

Rakus bisa menyebabkan seseorang menghalalkan segala cara. Sehingga tak peduli halal haram. Sebaliknya, orang yang qanaah akan selalu neriman. Sehingga selamat dari perkara haram.

Orang rakus jauh dari iman karena teperdaya setan. Sebagaimana disebut dalam QS Albaqarah 268. Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan.

Sebaliknya, orang qanaah sumbernya adalah iman. Yakin dengan firman Allah dalam QS Hud 6. Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya,

Ketiga, dengki (hasud) harus dilawan dengan nasehat. Dengki membuat seseorang berharap hilangnya kenikmatan orang lain. Sedangkan nasehat yaitu mendorong berbuat kebaikan dan melarang berbuat kerusakan.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, iman dan dengki tidak akan dapat bersatu di dalam rongga seorang hamba. Sifat dengki membuat seseorang tidak rida terhadap pembagian nikmat oleh SWT. Karena sejatinya yang memberikan nikmat kepada setiap orang adalah Allah. Rasulullah SAW bersabda, sifat dengki bisa menghapuskan pahala amal saleh seperti api menghanguskan kayu bakar. Untuk menekan rasa dengki, Rasulullah menganjurkan agar tidak memunculkan rasa dengki itu dalam perkataan maupun perbuatan. (jif/naz)

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP