alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

MTsN 10 Jombang Kembangkan Prestasi Siswa

Non Akademis Paling Ditonjolkan

16 Oktober 2020, 06: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ahmadi Yasin Kepala MTsN 10 Jombang

Ahmadi Yasin Kepala MTsN 10 Jombang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – MTsN 10 Jombang di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung terus mengembangkan prestasi siswa. Bukan hanya fokus akademik, non akademik justru lebih ditonjolkan.

Mulai olahraga, MTQ hingga literasi.

Ahmadi Yasin Kepala MTsN 10 Jombang, menjelaskan program pendidikan yang sudah disiapkan terfokus pada non akademik.

’’Karena ada kesempatan membuat madrasah bisa lebih maju, maka yang memungkinkan kita gali prestasi di olahraga,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis kemarin (15/10).

Di bidang olahraga ini deretan prestasi siswa sudah diberikan baik tingkat kabupaten hingga nasional. ’’Ada olahraga bulu tangkis, wushu, petanque dan karate.

Kemudian literasi dan MTQ, prestasi anak-anak juga bagus,’’ imbuh dia.

Pertimbangan fokus dipilihnya non akademik lantaran para siswa memiliki bibit unggul. ’’Siswa tidak hanya mengejar itu, tapi kalau dibawa ke akademik masih belum bisa bersaing dengan madrasah lain,’’ sambung Ahmadi.

Meski begitu, kemampuan akademik tak ditinggalkan begitu saja. Pihaknya tetap mengutamakan kemampuan akademik.

’’Yang saya pilih itu ada banyak bibit dan mereka punya kemampuan. Saya pilih kemudian dilakukan pembinaan,’’ terang dia.

Untuk mencapai itu pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Koordinasi dengan masing-masing klub tetap dilakukan karena memang siswanya juga tergabung dalam klub.

’’Jadi pembinaan misalnya ada di klub, maka di madrasah ikut nimbrung,’’ bebernya.

Begitu juga untuk event yang membutuhkan tenaga ekstra pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan masing-masing klub. ’’Kita tetap suport walaupun tidak besar.

Sehingga antara madrasah dengan klub tidak ada masalah, jadi siswa tetap kita pantau,’’ terang lelaki berusia 53 tahun ini.

Disampaikan, selama pandemi Covid-19 ini tidak ada kegiatan yang dilakukan madrasah. Semuanya diserahkan ke masing-masing klub.

’’Karena anak-anak sudah punya klub, sehingga mereka berlatih di klub masing-masing. Ketika ada kejuaraan kita koordinasi dengan klub,’’ pungkas Ahmadi.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP