alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Jaga Performa, Latihan Dua Kali Seminggu

16 Oktober 2020, 07: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Herry Benk saat membenahi tunggangannya

Herry Benk saat membenahi tunggangannya (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Meski sudah memasuki usia 50 tahun, Hery Sugiharto masih eksis di dunia motocross.

Untuk mempertahankan performa, dia masih rutin latihan. Bahkan dia masih aktif ikut lomba motocross.

”Latihan minimal dua kali dalam seminggu. Untuk jaga performa,” terang guru Otomotif SMKN Wonosalam ini.

Lokasi latihan kadang di Watudakon, Kecamatan Kesamben, kadang juga di Sugihwaras, Kecamatan Ngoro.

Dua sirkuit ini menurutnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Di Kesamben lintasan lebar, tapi sifat tanahnya keras.

Sedangkan di Ngoro, lintasan lebih sempit tapi tanahnya lebih nyaman. ”Di Ngoro ini termasuk lintasan baru, besok (hari ini) saya coba latihan di sana,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam satu pertandingan, durasi di atas motor untuk mengelilingi sirkuit dengan total panjang 800-900 meter rata-rata 10 menit.

”Kecuali nasional 25 menit, tapi jarang yang sering dipakai 10 menit,” tambah pemain yang memiliki nama lapangan Herry Benk ini.

Itu menjadi patokannya untuk menu latihan. Namun latihan sedikit ditingkatkan, bukan lagi 10 menit tapi 15 menit.

”Pokoknya datang ke lintasan muter 10 menit, istirahat lanjut lagi 15 menit, istirahat lagi, lanjut 15 menit lagi, lalu selesai.

Kalau latihan disamakan 10 menit sama seperti lomba, kalah nanti di lapangan, kita tingkatkan kemampuannya,” tambah Crosser dengan nomor lintasan 5 ini. 

Dalam setiap kejuaraan, ia masuk dalam kategori eksekutif B. Dimana semua pesertanya usia di atas 40 tahun.

Dalam kejuaraan kategori senior ada tiga. Di antaranya  eksekutif A, merupakan kategori joki motor cross bekas pembalap profesional.

Sedangkan eksekutif B seperti Hery merupakan bukan pembalap profesional namun handal jadi joki motocross.

Sedangkan eksekutif C hampir sama dengan eksekutif B, hanya berbeda tingkat keterampilan membawa motor.

Baru-baru ini ia meraih juara tiga pada kejuaraan terbuka di Trenggalek. ”Kejuaraan motocross rata-rata sifatnya terbuka, jadi kategorinya mesti nasional,” terangnya.

Hery merupakan salah satu warga Dusun Kauman, Desa Jombatan, Jombang yang sudag aktif di dunia motocross sejak 1990. Saat itu ia masih duduk di bangku SMA.

Kemudian ia melanjutkan kuliah di fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Malang jurusan teknik mesin.

Lulus dengan gelar insinyur, ia kemudian mengabdikan dirinya di SMKN Wonosalam sebagai guru Otomotif.

”Saya dapat beasiswa akta 1V tahun 2000,” jelasnya. Ia juga salah satu tim dari Gatam Hatim Motocross School (GHMS) Mojokerto. ”Saya baru gabung di GHMS 2007,” pungkasnya. 

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP